Sinergi antara lembaga zakat dengan lembaga keuangan seperti perbankan telah menjadi salah satu faktor penting bagi penghimpunan zakat di Indonesia.
![geraibanksyariah[1]](https://keuangansyariah.mysharing.co/htttp:/mysharing.co/wp-content/uploads//sites/3/2015/01/geraibanksyariah1-300x200.jpg)
Di sisi lain, lanjut Yuli, Dompet Dhuafa pun tidak hanya menggunakan layanan jasa perbankan namun juga produk pembiayaan syariah. Di tahun ini Dompet Dhuafa berencana membangun masjid di Parung dan membeli ruko di Balikpapan, yang dananya berasal dari pembiayaan BNI Syariah. “Kami minta izin ke dewan syariah untuk melakukan pembiayaan lewat BNI Syariah untuk membeli ruko dan masjid, yang nanti akan diganti dengan dana wakaf yang kami himpun,” ungkap Yuli.
Yuli menuturkan kerjasama pembiayaan dengan bank syariah baru dilakukan tahun ini. Namun, di masa mendatang pihaknya pun akan terus membuka kerjasama dengan perbankan. “Jadi bukan hanya sekedar chaneling saja, tetapi kami juga memanfaatkan produk mereka,” tukas Yuli. Baca Juga: BPRS HIK Cibitung Biayai Guru
Dompet Dhuafa telah bekerjasama dengan 11 bank umum syariah dan unit usaha syariah untuk penghimpunan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Diantaranya BII Syariah, Bank Danamon Syariah, BCA Syariah, BNI Syariah, Bank Syariah Mandiri, Bank Mega Syariah, CIMB Niaga Syariah, Bank Syariah Bukopin, Bank Muamalat Indonesia, BRI Syariah, dan PermataBank Syariah.

