Mitra linkage program BPRS Bandar Lampung akan bertambah di tahun ini.

Direktur Utama BPRS Bandar Lampung Ridwansyah mengatakan, terbatasnya penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) melalui deposito nasabah perorangan membuat DPK BPRS Bandar Lampung mengandalkan sumber lainnya. “DPK kami banyak mengandalkan dana antarbank, seperti deposito antarbank dan pinjaman linkage program dengan bank umum syariah,” katanya kepada MySharing, beberapa waktu lalu.
Pada tahun lalu, lanjutnya, BPRS Bandar Lampung menjalin kerja sama linkage program dengan Bank Syariah Mandiri, Danamon Syariah dan CIMB Niaga Syariah. Total dana mencapai Rp 13 miliar. “Di tahun ini linkage program kami akan bertambah melalui kerja sama dengan Bank Jatim Syariah,” ujar Ridwansyah. Baca: Linkage Program BUS dan BPRS Perlu Ditingkatkan
Ia mengungkapkan Bank Jatim, yang dimiliki oleh pemerintah provinsi Jawa Timur, sangat menyambut baik kerja sama dengan sesama lembaga keuangan milik pemerintah daerah. “Direktur utama Bank Jatim (Soeroso-Red) saat ini kan mantan direktur utama BPR Jatim jadi dia mengajak BPRS milik Pemda untuk bekerja sama dengan mereka,” jelas Ridwansyah.
Dengan tambahan mitra tersebut, tambah Ridwansyah, pihaknya pun menargetkan adanya peningkatan jumlah dana dari linkage program. “Total linkage program tahun ini rencananya sebanyak Rp 25 miliar,” cetusnya. Pada tahun lalu total pembiayaan BPRS Bandar Lampung mencapai Rp 47 miliar.
[bctt tweet=”Tahun lalu, total pembiayaan BPRS Bandar Lampung mencapai Rp 47 miliar”]

