Jakarta, MySharing – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk terus memacu pertumbuhan pembiayaan ke sektor small medium enterprise (SME) seiring dengan fokus bisnis perseroan di segmen retail.
Hingga Desember 2025, outstanding pembiayaan SME yang telah disalurkan Bank Muamalat nilainya mencapai Rp2,9 triliun, tumbuh 24% dibandingkan tahun sebelumnya.
Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi mengatakan SME merupakan sektor yang sangat prospektif untuk dikembangkan karena memiliki peran krusial sebagai penopang stabilitas ekonomi nasional. Selain itu, sektor ini juga mempunyai manajemen atau penyebaran risiko yang baik.
“Untuk itu, Bank Muamalat terus berupaya memperluas jangkauan pembiayaan SME ke nasabah. Salah satunya dengan mengoptimalkan jaringan kantor yang dimiliki dan digitalisasi untuk kecepatan proses pembiayaan,” ujar Ricky.
Ricky menjabarkan, saat ini Bank Muamalat memiliki 224 kantor cabang (termasuk 1 kantor cabang di Kuala Lumpur, Malaysia). Selain optimalisasi jaringan kantor, bank pertama murni syariah di Indonesia ini juga menyiapkan produk pembiayaan syariah yang relevan dengan kebutuhan nasabah.
Digitalisasi proses pembiayaan mendapat perhatian serius Bank Muamalat guna meningkatkan aksesibilitas calon nasabah di berbagai daerah, khususnya yang belum tersentuh layanan kantor cabang.
“Kami turut memberikan margin yang kompetitif untuk memastikan keberlangsungan usaha di tengah persaingan pasar,” pungkas Ricky.
Dari sisi kualitas aset, Bank Muamalat berkomitmen menjaga rasio NPF pada level yang sesuai dengan ketentuan regulator. Per akhir 2025, rasio NPF di sektor SME hanya tercatat 0,07%.
Pionir bank syariah di Tanah Air ini fokus pada kualitas portofolio yang sehat sesuai dengan risk appetite yang acceptable. Dengan sektor yang menjadi fokus penyaluran pembiayaan SME di Bank Muamalat yakni pendidikan, haji dan umrah, serta kesehatan.
Targetkan tumbuh dua digit
Tahun ini, Bank Muamalat menargetkan pertumbuhan pembiayaan di sektor SME sekitar 30% dari realisasi tahun 2025.
Ricky optimistis target tersebut mampu dicapai lewat sejumlah strategi yang dijalankan. Di antaranya fokus pada target market di ekosistem pendidikan, haji dan umrah, serta kesehatan.
Bank Muamalat turut mengoptimalkan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan maupun jaringan yang dimiliki. Pendekatan ini diharapkan dapat menghadirkan inovasi dan meningkatkan produktivitas.
Aspek digitalisasi juga terus dikembangkan untuk menciptakan efektifitas dan kecepatan proses pembiayaan. Langkah ini dibarengi dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, syariah dan humanis sebagai fondasi penting pengembangan pembiayaan segmen SME.
Dukungan Bank Muamalat terhadap pelaku SME adalah wujud komitmen perseroan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dari hulu ke hilir. Terlebih sektor ini telah terbukti dapat bertahan dalam menghadapi gejolak ekonomi.

