Peragaan busana Muslim di Muffest 2021 Gandaria City, Jakarta

Muffest 2021 Gandaria City Tangkap Peluang Pasar Busana Muslim Momen Lebaran

Penyelenggaraan Muffest 2021 di berbagai kota secara hybrid di tengah pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, telah terbukti turut berkontribusi nyata guna mendukung pemulihan industri fashion Muslim yang juga terdampak ekonomi pandemi,  dan mampu membantu keberlangsungan para pelaku bisnis fashion Muslim, mulai dari desainer hingga UKM.

Muffest 2021 Gandaria City Jakarta yang digelar oleh Indonesian Fashion Chamber (IFC) dan Dyandra Promosindo pada 30 April hingga 23 Mei 2021, juga mampu menangkap peluang pasar yang sangat besar di momen bulan Ramadhan dan Lebaran di tahun 2021 ini.

Muffest 2021 Gandaria City  antara lain menghadirkan pameran produk dari desainer, serta brand fashion Muslim dan modest wear lokal maupun nasional.

Selain itu, Muffest 2021 Gandaria City juga  menggelar fashion show kreasi para perancang mode Indonesia diantaranya adalah: Kayo by Fey Kayo, Santoon by Pricilla Margie, Nura Boutique by Oewi Wahyono, dan Roemah Kebaya Vielga by Vielga Wennida.

Kreasi Kayo by Fey Kayo menampilkan bentuk-bentuk geometris yang diterjemahkan di design koleksi kali ini dengan menggunakan dengan teknik aplikasi laser cut dan print yang berpadu membuat kreasi yang harmonis, dikreasikan dengan bahan bahan denim ,organza, suede dan cotton didominasi dengan warna putih, biru muda, coklat .

Dibalut dengan koleksi casual trendy modest wear dari outer, dress, celana panjang untuk memudahkan pemakainya untuk bisa mix and match design, antara satu dengan lainnya tentunya dan masih dengan sentuhan femininnya.

Sementara itu,  Nura Boutique by Oewi Wahyono menampilkan keindahan Sekar Jagad yang merupakan inspirasi dari kecantikan isi dunia (generally) dan kecantikan Rumah Joglo Jepara (specifically).

Kecantikan isi dunia tersebut, dalam kreasi ini diaplikasikan dalam hamparan kain yang bermotifkan sebuah karya yang kental dengan peninggalan tradisional yang terinspirasi dari salah satu keindahan warisan Indonesia, tepatnya dari sebuah kota yang berada di Jawa Tengah yaitu Jepara dari detail – detail yang ada pada Rumah Joglo Jepara. Keindahan tergambar dalam goresan – goresan motifnya yaitu motif batik Sekar Jagad. Motif tersebut mengandung makna kecantikan dan keindahan, sehingga orang lain yang melihat akan terpesona.

Motif Sekar Jagad sebenarnya berasal dari kata “kar jagad” yang diambil dari bahasa Jawa yang berarti Kar adalah peta dan Jagad adalah dunia. Motif ini juga melambangkan keragaman isi dunia.

Sementara itu, untuk kreasi Santoon by Pricilla Margie menampilkan Perempuan dan Pribadi, New Hope New Life. Menurut Pricilla Margie, Santoon merupakan sebuah busana dan kepribadian. Diambil dari kata santun yang mencerminkan kepribadian wanita Indonesia. Santun tudak hanya persoalan sikap akan tetapi juga dalam berbusana. Berbusana santun bukan berarti tidak bisa trendy dan fashionable. Santoon menghadirkan gaya busana Islami kekinian dan easy to wear.

Koleksi kali ini terinspirasi dalam keadaan dan kondisi saat ini yang mengharapkan harapan indah dan kehidupan baru. Warna hitam dan putih mencerminkan di dalam kegelapan pasti ada cahaya. Hitam melambangkan kegelapan/adaptasi dan putih melambangkan cahaya atau harapan.

Outer wear dari bahan serat Eucalyptus dengan style feminin dan casual dan balutan  warna hitam, putih,  membawa pribadi perempuan Indonesia selayaknya ratu di negeri sendiri. Karena setiap perempuan mendambakan kecantikan dan kesantunan, adalah salah satu ciri terbaik dari perempuan Indonesia.

Sedangkan kreasi Roemah Kebaya Vielga by Vielga Wennida, mengambil tema “Fleuri Noir”yang berarti hitam yang berkilau (bersemi) yang diambil dari masa pandemi yang gelap, menuju waktu yang penuh cahaya dan bunga, dilambangkan pada kreasi desain dengan pemilihan bahan yang serba hitam, yang kemudian dibalut dengan bordir penuh bunga-bunga meriah.

Sementara itu,  Raegitazoro menampilkan Revival of the City.  Kreasi ini menawarkan alternative pilihan untuk semua orang yang mencari sesuatu yang lain, sesuatu yang berbeda dan sesuatu yang baru.

Di Muffest 2021 Gandaria City, Raegitazoro menampilkan serangkaian tampilan modest streetwear yang nyaman dan leluasa digunakan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, baik di dalam dan diluar rumah, dengan ciri khas warna neon dilengkapi dengan sentuhan futuristic yang radikal, dan tentunya menantang untuk dikenakan.

Inspirasi dari koleksi ini adalah kondisi Jakarta yang beranjak bangkit dari pandemi dan mulai menemukan lagi keramaian dan hiruk-pikuk selayaknya kota metropolitan. Bagaimana seorang Muslimah bisa turut berkontribusi dalam kebangkitan ini, namun tetap waspada dan selalu menjaga protokol kesehatan, karena kondisi pandemic yang belum sepenuhnya pulih.

Penggunaan bahan dalam koleksi kali ini didominasi oleh kain parasut yang ringan, tipis dan mampu menangkal air, sehingga memberikan rasa aman bagi pemakainya dikombinasikan dengan bahan lainnya seperti katun, semi wol, satin dan sutera. Warna neon kembali ditonjolkan sebagai representasi dari keceriaan dan optimism, di padukan dengan warna gelap sebagai representasi dari kondisi pandemic yang belum sepenuhnya normal.

 

 

 

 

More Stories
UOB Indonesia Terus Menebar Kebaikan, Salurkan Donasi ke Yayasan Amal