Sinergi Pertamina dan BSM Perkuat Sektor Ekonomi Syariah

Melalui kerjasama ini, Bank Syariah Mandiri (BSM) dapat memberikan pelayanan terbaik bagi Pertamina.

PT Pertamina (Persero) bersama Bank Syariah Mandiri (BSM) sepakat mendukung inisiatif pemerintah dalam meningkatkan peran perbankan syariah melalui kerja sama penggunaan jasa dan produk perbankan berdasarkan prinsip syariah.

Nota kesepahaman ditandatangani Direktur Keuangan Pertamina Arief Budiman dan Direktur Utama Bank Syariah Mandiri Agus Sudiarto, di Jakarta, Rabu (28/9).

Nota kesepahaman tersebut mencakup pemanfaatan produk dana seperti tabungan mudharabah, giro wadiah institusi, dan deposito serta produk pembiayaan bagi karyawan Pertamina, seperti kepemilikan rumah, cicil emas, gadai emas, kendaraan bermotor dan lainnya.

Direktur Utama BSM Agus Sudiarto menyampaikan kesepakatan ini menunjukkan dukungan BUMN dalam hal ini Pertamina terhadap perkembangan perbankan syariah di Indonesia. ‘’Kami berterima kasih diberikan kesempatan memberikan layanan sekaligus solusi transaksi keuangan syariah bagi Pertamina dan jajaran pegawainya” kata Agus dalam keterangan pers yang diterima MySharing, Rabu (28/9).

Agus menjelaskan, mengawali kerjasama, BSM dan Pertamina menyelenggarakan program literasi perbankan syariah berupa seminar Sosialisasi Perbankan Syariah dengan tema “Berkah Ber-bank Syariah untuk Hidup Lebih Bersih dan Bermakna” bagi seluruh jajaran pegawai Pertamina di kantor pusat Pertamina.

Saat ini, BSM tengah fokus menyosialisasikan dan memasarkan penjualan lima produk utama di segmen ritel yakni Tabungan Mabrur Junior dan Tabungan BSM, Gadai & Cicil Emas, Pembiayaan Usaha Mikro & Serbaguna Mikro, Pembiayaan Griya dan Pembiayaan Pensiunan.

BSM merupakan Bank Syariah dengan aset terbesar di mana sampai dengan Agustus 2016 tercatat Rp 73,6 triliun. Adapun dana Pihak Ketiga BSM mencapai Rp65,3 triliun dan Pembiayaan Rp53 triliun. BSM memiliki 767 kantor cabang di seluruh Indonesia dan didukung oleh ATM BSM dan Mandiri Group, BSM merupakan bank syariah yang memiliki jaringan terluas di Indonesia.

“Sebagai bank syariah yang memiliki produk terlengkap dengan ketersediaan infrastruktur IT yang memadai. Kami berharap melalui kerjasama ini, BSM dapat memberikan layanan terbaik bagi Pertamina dan ke depannya kerjasama terus berkembang ke produk-produk BSM lain, seperti cash management, payroll gaji, pembiayaan consumer, tabungan mabrur junior, pembiayaan pensiun dan lain-lain” papar Agus.

Sementara itu, Direktur Keuangan Pertamina Arief Budiman menyatakan keikutsertaan Pertamina dalam perbankan syariah ini sebagai bagian dari upaya mendorong peran Bank syariah di tengah melambatnya ekonomi global. “Pertamina menilai BSM tergolong baik dari aspek permodalan, rentabilitas, likuiditas, aset produktif yang bisa dilihat dari Laporan Keuangan,” ujarnya

Menurutnya, kerja sama ini juga menjadi bagian dari program Breakthrough Project Corporate (BTP) Cash Management di Pertamina.

“BTP ini merupakan tahap ke- III di mana  tujuannya untuk meningkatkan kinerja keuangan dan meningkatkan pengelolaan risiko keuangan antara lain mitigasi risiko melalui diversifikasi penempatan dana perusahaan,” jelas Arief.