Jangan Ragu Berinvestasi Saham Syariah!

Berinvestasi saham syariah bukan berarti kita harus terus melototi chart-chart saham pada setiap waktunya. Santai saja. Investasi saham syariah bisa dilakukan, tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama kita!

Menurut Perencana Keuangan dari Janus Finacial – Dwita Iriani, banyak orang yang selama ini salah kaprah dalam menilai investasi di pasar modal, termasuk juga di pasar modal syariah.

“Banyak sekali orang Indonesia yang menganggap investasi saham itu berarti harus menongkrongi layar komputer terus menerus guna melihat chart-chart perkembangan harga saham kita. Padahal tidak harus seperti itu, karena investasi saham itu sebenarnya akan tumbuh terus, dan prospeknya bagus. Seperti PT Unilever Indonesia yang sahamnya masuk kategori syariah. Kita meyakini bahwa Unilever pada 20 tahun yang akan datang masih akan terus eksis di sini (Indonesia). Dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia 8% per tahunnya, yang didukung inflasi yang tidak begitu tinggi, maka perusahaan tersebut tidak akan kemana-mana dan akan terus berkembang,” demikian papar Dwita dalam sebuah acara talkshow di event “Festival Pasar Modal Syariah” di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (30/3).

Menabung di saham syariah prospeknya bagus! Click To Tweet

Kemudian Dwita mengambil contoh lain, yaitu PT Garuda Indonesia yang sahamnya juga masuk list saham syariah.

“Garuda semakin lama semakin banyak pesawatnya. Apalagi Indonesia ini negara kepulauan, sehingga kebutuhan akan naik pesawat akan terus berkembang. Sehingga perusahaan Garuda semakin lama juga akan semakin maju. Artinya apa? Kita pada akhirnya akan mengerti, bahwa menabung di saham atau investasi di saham syariah ini prospeknya bagus!” jelas Dwita lagi.

Sehingga menurut Dwita, bagi mereka yang mempunyai kelebihan dana, maka tak perlu ragu untuk berinvestasi di saham syariah ini.

“Nah, setelah tahu prospek saham syariah itu memang bagus di atas, maka calon investor tinggal melakukan how-nya. Carilah ke perusahaan sekuritas yang menawarkan saham syariah. Lalu ikuti prosedur cara membelinya bagaimana? Tentu kalau kita ingin berinvestasi di saham syariah, maka kita harus membeli saham syariah, dan jangan sampai membeli saham yang tidak syariah,” lanjut Dwita lagi.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Dwita, bahwa agar si investor bisa sukses berinvestasi di saham syariah, maka si investor harus rajin mempelajari bagaimana tata cara dan strategi berinvestasi di saham syariah. “Jadi harus banyak membaca dan mempelajari,” ujar Dwita.

Contoh #SahamSyariah adalah saham Garuda Indonesia Click To Tweet

Mempelajari investasi saham syariah ini dengan sebaik mungkin, menurut Dwita, adalah sangat penting. Karena hal itu akan sangat mempengaruhi keberhasilan si investor didalam investasinya tersebut.

”Investor harus banyak belajar sehingga paham bagaimana berinvestasi saham syariah. Karena selama ini, banyak orang yang berinvestasi saham, ternyata hanya cuma ikut-ikutan saja. Alias sama sekali tidak mengerti investasi di pasar modal. Itu yang harus investor hindari,” demikian Dwita Iriani – Perencana Keuangan dari Janus Finacial.