Pembiayaan mikro merupakan salah satu produk unggulan BSM. BSM memiliki produk Pembiayaan Usaha Mikro dan Pembiayaan Serbaguna (multiguna) Mikro. BSM berkomitmen penuh agar nasabah pembiayaan mikronya semakin maju usahanya dan dapat meningkat kesejahteraannya.
Menurut Senior Executive Vice President Retail Banking BSM – Niken Andonowarih, sepanjang 2016, BSM telah berhasil menyalurkan pembiayaan mikro sebesar Rp4,18 triliun, atau tumbuh sebesar Rp654,90 miliar atau 18,57% dibandingkan pembiayaan mikro pada tahun 2015 yang masih sebesar Rp3,53 triliun.
“Pembiayaan sebesar itu diberikan kepada nasabah dengan total akun 76.311. Dari total portofolio pembiayaan mikro, sekitar Rp2,7 triliun merupakan pembiayaan produktif dan Rp1,3 triliun merupakan produk serbaguna mikro (multiguna). Sisanya pada pembiayaan mikro lainnya,” jelas Niken kemarin (16/3/2017) di Jakarta.
Menurut Niken, secara umum prinsip BSM didalam memberikan pembiayaan mikro adalah sama saja dengan korporasi.
“BSM mempertimbangkan kondisi kemampuan keuangan nasabah yang merupakan cerminan dari usaha nasabah. Tentunya kalau segmen mikro, kami melihat usaha UMKM nya sudah beraba lama? Barang/jasa yang dijual, itu setiap hari/sering dibutuhkan nasabah, atau sekali-sekali saja? Lalu pendapatannya harian/mingguan/bulanan? Disamping itu juga tetap diperlukan agunan. Karena BSM memberikan pembiayaan maka tentunta tetap mempertimbangkan aspek risiko dari poin-poin tersebut,” papar Niken.
Nah, untuk di tahun 2017, menurut Niken, BSM telah menargetkan pembiayaan mikronya akan tumbuh pada kisaran 19% – 20% year on year (yoy) dari realisasi sepanjang tahun lalu yang sebesar Rp 4,18 triliun.
Niken Andonowarih sendiri merasa optimis BSM akan bisa mencapai target tersebut.

