Terkait dengan peran strategis bank infaq di atas, Fakultas Agama Islam Jurusan Ekonomi Syariah Universitas Az-zahra mengadakan Webinar bertema “Sinergi Bank Infaq dan Dunia Pendidikan” baru-baru ini di Kampus Universitas Azzahra, Jatinegara, Jakarta.
Dalam kegiatan ini, Ketua Bank Infaq – Doni saat memberikan sambutan dalam acara ini mengatakan, bank infaq punya tujuan untuk menyejahterakan masyarakat bawah dengan cara berinfaq dan menjauhi riba.
“Harapan kita semua masyarakat menjadi sejahtera dengan mengikuti perintah Allah menjauhi riba dan berinfaq. Insya Allah bank infaq akan bermanfaat bagi masyarakat umum,” jelas Doni.
Menurut Doni, bank infaq ini sifatnya berbasis komunitas. Karena itu, akan sangat pas bank infaq berkolaborasi dengan lembaga perguruan tinggi, termasuk diantaranya dengan Universitas Azzahra.
“Terima kasih Universitas Azzahra. Mudah-mudahan nanti bank infaq bisa berkolaborasi dengan berbagai universitas. Karena bank infaq ini adalah program pemberdayaan masyarakat yang berbasis komunitas, maka bisa berkolaborasi dengan perguruan tinggi. Dengan salah satu programnya adalah mengumpulkan infaq dan memberikan pinjaman dalam bentuk qordh,” papar Doni.
Sementara itu, Dewan Pengawas Bank Infaq Pusat – Hendratmoko dalam momen webinar ini mengungkapkan, bank infaq hadir untuk menjadi solusi dari kendala yang dihadapi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha tetapi terkendala permodalan, dan tidak memiliki akses keuangan.
“Kehadiran bank infaq bisa membantu pelaku usaha mikro untuk mengembangkan usaha mereka tanpa khawatir terjerat bunga dari para rentenir,” lanjut Hendratmoko.
Menurut Hendratmoko, bank infaq ini bukan kantor bank sebagaimana bank pada umumnya. Melainkan bank infaq ini berbentuk kelompok dari anggota masyarakat, sehingga sangat memungkinkan bank infaq ini dibentuk atau didirikan di lembaga-lembaga perguruan tinggi/di kampus-kampus.
Sedangkan pembicara dari Universitas Az-zahra, DR Siti Nurhasanah SE, M.Pd mengungkapkan potensi pengembangan bank infaq di lembaga perguruan tinggi.
Menurut Siti Nurhasanah, lembaga perguruan tinggi sangat strategis sebagai basis pengembangan bank infaq.
“Potensi pendirian bank infaq bisa diawali oleh universitasnya. Kemudian di level universitas punya dosen dan karyawannya. Di fakultas ada dosen sendiri, jadi bisa mebuka satu bank infaq sendiri di fakultas. Bahkan di level jurusan juga bisa membuka satu bank infaq. Di level mahasiswa juga potensi untuk dibuat bank infaq
Bisa di masing-masing jurusan, atau di angkatannya masing-masing
Atau bahkan di komunitasnya mahasiswa masing masing,” papar Siti Nurhasanah.
Siti Nurhasanah sendiri optimistis bank infaq ini dapat menjadi solusi bagi permasalahan kemiskinan dan pengangguran di tanah air.
“Kalau potensi yang bisa kita dapatkan dengan bank infaq? Jangankan pengangguran, Negara ini bisa sejahtera dengan infaq. Baik sekali untuk mensejahterakan dan menghindari dari jeratan rentenir,” demikian jelas Siti Nurhasanah.

