Dibentuknya Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) merupakan signal pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi syariah nasional.

Rektor UniversitasParamadina, Firmanzah, menilai pembentukan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) dengan dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo merupakan angin segar bagi industri keuangan syariah Indonesia.
“Artinya ada political will dan goodwill dari pemerintah. Itu kan signal yang sangat kuat dari pemerintah untuk mendorong pertumbuhan keuangan syariah Indonesia,” kata Firmanzah kepada MySharing, ditemui usai Dies Natalis ke 18 Universitas Paramadina, Jakarta, Rabu pekan lalu.
Menurut dia, dengan dibentuknya KNKS, dunia usaha syariah menjadi lebih bergairah demannya. Karena pendekatannya bukan lagi dari bawah (bottom up), tapi gerakan dari atas (top down) yang selaras.
- BMM dan Bank Muamalat Salurkan Bantuan untuk 4.597 Penyintas Gempa NTT
- Pengajuan KPR iB Hijrah Baitullah Bank Muamalat lewat Website Kprhijrah.id
- Dua Tahun Berturut-turut, Muamalat DIN Raih Reader’s Choice Best Sharia Mobile Banking
- CIMB Niaga Gelar Sustainability Masterclass, 20 Jurnalis Indonesia Siap Berkontribusi Aksi Keberlanjutan
Firmanzah berharap KNKS bisa memperbaiki keuangan syariah nasional secara terkoordinasi. Sebab, menurutnya, selama ini keuangan syariah dilepas ke pasar dan tumbuh secara organik. Dengan KNKS seyogyanya dunia usaha syariah menjadi lebih bergairah demannya. Karena pendekatannya bukan lagi dari bawah (bottom up) tapi ada gerakan dari pemerintah (top down).
“Ya memang selama ini tanpa political will sudah jalan. Apalagi ada political will pemerintah akan lebih berkembang keuangan syariah Indonesia. Saya sangat optimis itu,” pungkas Firmanzah.
[bctt tweet=”Ada sinyal kuat pemerintah mendukung penuh keuangan syariah Indonesia “]

