Ketahanan Pangan dan Keuangan Syariah

Menunjukkan universalitasnya, apa solusi keuangan syariah untuk masalah nasional, seperti ketahanan pangan?

drajat

Itu adalah narasi, kami juga mengajak peserta untuk memberikan analisa tentang keuangan syariah di Indonesia. Tidak banyak artikel yang menganalisa, karena biasanya tidak untuk blogger kebanyakan. Peneliti, Dosen, Praktisi, atau Jurnalis biasanya yang membuat analisa.

Beberapa artikel menawarkan analisa yang kuat. Antara lain:
Tony Hidayat, dengan “Menggenjot Pasar KPR Syariah dengan Dana Murah”. Blogger profesional ini menganalisa potensi mendongkrak pasar KPR Syariah dengan menggenjot tabungan (dana murah). Tidak untuk masyarakat umum, diperlukan pemahaman tentang operasional perbankan. Tidak semua orang memahami hubungan antara dana pihak ketiga (DPK) dan pembiayaan dan bagaimana pengelolaan risiko lalu penentuan pricing pembiayaan KPR, dan sebagainya. Artikel ini sangat layak untuk dikembangkan menjadi penelitian. Proposisinya tentang mendongkrak dana murah agar pricing KPR syariah menjadi lebih murah dan bersaing, selayaknya artikel dari pengamat dan praktisi bank syariah ini didukung dengan penelitian lebih lanjut.

[/su_pullquote]

Bank Pertanian Syariah
Namun, KPR Syariah bukanlah agenda nasional. Bukan masalah yang menyangkut hajat hidup orang banyak, secara langsung. Blogger lain menawarkan analisa, Peran Keuangan Syariah dalam Ketahanan Pangan. “Untuk mengatasi risiko gagal panen, perlu produk keuangan syariah yang terintegrasi. Dalam hal ini, lembaga keuangan syariah seperti perbankan menyiapkan dananya, asuransi membagi risiko dengan petani, dan perusahaan penjaminan menjamin risiko gagal panen. Kolaborasi ini perlu dilakukan untuk meminimalisir potensi risiko gagal panen”, kata Dradjat Kurniawan yang berprofesi sebagai jurnalis keuangan.

Oleh karenanya tak heran jika artikel dilengkapi data pendukung seperti besaran kredit ke sektor pertanian dari perbankan Indonesia. Blogger pun mengangkat wacana bank pertanian sebagai solusi lain untuk meningkatkan ketahanan pangan kita. Ia menyebutnya sebagai misi mulia keuangan syariah.

Dalam jurnalistik dikenal magnitude berita. Misalnya, kasus pembunuhan Angelin di Bali ber-magnitude lebih besar dibanding misalnya, konflik di tubuh DPP Golkar. Pun dengan konten selain berita. Ketersediaan makanan di masa depan adalah penting bagi tiap manusia, maka dari itu, isu ketahan pangan menurut penilaian kami lebih ber-magnitude ketimbang KPR Syariah atau tabungan syariah. Karena, keuangan syariah tidaklah berkurung dalam dunianya sendiri. Keuangan syariah ada untuk memberi kemanfaatan untuk semua. Dalam konteks ketahanan pangan, menjadi solusi masalah ketahanan pangan.

Kesimpulannya, artikel “Peran Keuangan Syariah dan Ketahanan Pangan” mengingatkan kembali akan peran keuangan syariah diharapkan, menjadi solusi untuk semua. Kami pun memutuskan, artikel ini sebagai Pemenang II iB Blogger Competition 2015 Periode I.

More Stories
BCA Syariah Catat Pertumbuhan Berkualitas Semester 1 2020