Ustad M. Fatin Karim

Ustad Fatih: Keuangan Syariah akan Menjadi Bola Salju Besar

Jika sosialisasi dan edukasi keuangan syariah gencar dilakukan. Bukan tidak mungkin aset keuangan syariah Indonesia akan menjadi bola salju yang cukup besar.

Ustad M. Fatin Karim
Ustad M. Fatin Karim

Ustad Fatih Karim menilai  sejak tahun 1997, periode repormasi digulirkan justru keterbukaan keuangan syariah di Indonesia semakin terbuka.

Menurutnya, hanya butuh waktu 18 tahun, tren syariah itu semakin menghangat dan hebat. Bank-bank syariah ada dimana-mana asetnya saja sudah mencapai Rp 228 miliar,  asuransi syariah tumbuh, beli rumah sistem syariah juga ada, Muslimah menjadikan busana Muslim sebagai gaya hidup. ” Tren syariah itu sangat positif dan terus meningkat di Indonesia, utamanya perbankan syariah,” kata Fatih kepada MySharing, di Jakarta, Kamis (29/10).

Terkait market share keuangan syariah yang masih kecil. Fatin berpendapat, bahwa hal itu dikarenakan kesadaran umat Muslim pada syariah masih kecil. Menurutnya, mereka sadar itu hanya sekedar aspek emosional saja. Misalnya, orang pakai kerudung, maka ikut-ikutan pakai kerudung, tapi tidak tahu maknanya. Jadi, kata dia, lebih pada dukungan rasa.

” Tapi perlahan tapi pasti keuangan syariah akan menjadi bola salju yang cukup besar. Yang awalnya aset Rp 228 miliar, bukan tidak mungkin  dua-tiga tahun kedepan  menjadi 2.228 triliun. Sangat mungkin itu!,” kata Fatih.

Umat Muslim, lanjut dia, hanya berpikir manfaat jangka pendek. Contoh menyimpan uang di bank syariah itu kan bagi hasil, ada hasil ya dibagi, tidak ada hasil ya nilainya turun. Sedangkan kalau di bank konvensional, suku bunga lebih tinggi bahkan bisa melonjak terus. Akhirnya mereka lebih memilih menabung di bank konvensional, padahal bunga itu adalah riba.

”Riba itu dosa yang paling kecil, seperti menzinahi ibu kandung sendiri. Cuma sosialisasi riba ini dosanya begitu besar banyak yang nggak tahu. Nah, disinilah pentingnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk  sosialisasi perbankan syariah pada masyarakat, karena riba itu sangat berbahaya,” ujarnya.

Fatih pun menilai teknologi perbankan syariah itu sudah bagus, ada sms banking, internet banking dan ATM  ada dimana-mana. Lalu, kata dia, kenapa umat Muslim enggan ke bersyariah.  ”Ya lagi-lagi tugas berat buat OJK dan perbankan syariah untuk gencar edukasi, agar tren syariah ini membumi ke lapisan masyarakat luas di seluruh Indonesia,” pungkasnya.