Jakarta, MySharing – Untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan, PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menjalankan strategi bisnis yang berfokus pada segmen ritel, baik consumer maupun UMKM, yang terbukti lebih resilien, tanpa mengabaikan pengembangan segmen korporasi yang sehat. Pendekatan ini sejalan dengan jati diri Bank Muamalat sebagai bank milik umat, yang berkomitmen menghadirkan manfaat melalui implementasi prinsip maqashid syariah.
Direktur Utama Bank Muamalat Imam Teguh Saptono mengatakan sebagai bagian dari penguatan ekosistem, Bank Muamalat juga terus mempererat sinergi dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) selaku pemegang saham pengendali. Kolaborasi ini diarahkan untuk membangun ekosistem keuangan haji yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan, mulai dari pengelolaan dana, pembiayaan, layanan transaksi, hingga pengembangan produk berbasis kebutuhan jemaah.
Dengan memanfaatkan kapabilitas digital dan jejaring yang dimiliki, sinergi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan bagi calon jemaah haji dan umrah, tetapi juga memperkuat peran ekonomi syariah dalam mendukung kemaslahatan umat secara lebih luas.
“Pada akhirnya, keberhasilan tidak semata diukur dari angka-angka finansial, tetapi dari seberapa besar manfaat yang kita hadirkan. Inilah esensi maqashid syariah bahwa setiap produk, layanan, dan keputusan harus bermuara pada kemaslahatan umat,” ujar Imam.
- Sinergi BPKH dan Bank Muamalat Perluas Akses Layanan Haji Berbasis Digital
- BPKH dan Bank Muamalat Perkuat Ekosistem Haji Nasional, Perluas Layanan Digital dan Dorong Pertumbuhan Bisnis Syariah
- Synergy Roadshow 2026, BPKH dan Bank Muamalat Hadir di Makassar
- Kemudahan Bayar UKT Universitas Brawijaya melalui Bank Muamalat

