Sukuk Negara Kembali Di Lelang, Pemerintah Himpun Rp 6.290 Triliun

Meski tengah terjadi wabah virus Corona (Covid-19), Pemerintah R.I.  tetap aktif melakukan Lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara.

Pada lelang  terbaru pekan lalu di Jakarta,  Pemerintah berhasil menghimpun dana Rp Rp6.290.000.000.000,00 (enam triliun dua ratus sembilan puluh miliar rupiah).

Lelang Sukuk Negara kali ini kembali diselenggarakan guna memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2019.

Adapun Sukuk Negara yang dilelang kali ini adalah seri SPNS08102020 (new issuance), SPNS08012021 (new issuance), PBS002 (reopening), PBS026 (reopening), PBS004 (reopening) dan PBS005 (reopening) melalui sistem lelang Bank Indonesia.

Total nominal yang dimenangkan dari keenam seri yang ditawarkan tersebut yaitu sebesar Rp6.290.000.000.000,00 (enam triliun dua ratus sembilan puluh miliar rupiah), adalah dari total penawaran yang masuk sebesar Rp18.005.000.000.000,00 (delapan belas triliun lima miliar rupiah).

SBSN seri SPN-S akan diterbitkan menggunakan akad Ijarah Sale and Lease Back dengan mendasarkan pada fatwa Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) nomor 72/DSN-MUI/VI/2008. Sedangkan SBSN seri PBS menggunakan akad Ijarah Asset to be Leased dengan mendasarkan pada fatwa DSN-MUI nomor 76/DSN-MUI/VI/2010.

Underlying asset untuk penerbitan seri SPN-S menggunakan Barang Milik Negara yang telah mendapatkan persetujuan DPR R.I. dan telah memenuhi persyaratan seperti diatur dalam Pasal 2 ayat 4 Peraturan Menteri Keuangan nomor 205/PMK.08/2017 tentang Penggunaan Barang Milik Negara Sebagai Dasar Penerbitan Surat Berharga Syariah Negara. Sedangkan underlying asset untuk penerbitan seri PBS menggunakan proyek/kegiatan dalam APBN tahun 2020 yang telah mendapat persetujuan DPR R.I. melalui UU Nomor 20 Tahun 2019 tentang APBN Tahun Anggaran 2020 dan sebagian berupa Barang Milik Negara.

Bertindak sebagai penerbit SBSN adalah Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia yang merupakan badan hukum yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara dan didirikan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2008 khusus untuk menerbitkan SBSN.

 

More Stories
Bank Aceh Syariah, Lokomotif Ekonomi Syariah di Aceh