Dondi Hananto, co-founder Kinara Indonesia. Foto: Kinara Indonesia

“Perbankan Syariah Harus Kedepankan Benefit Ketimbang Kesyariahan”

Industri perbankan syariah beberapa tahun terakhir seperti bergerak jalan di tempat, sehingga asetnya tidak beranjak dari kisaran 5%. Apakah penyebabnya? Lalu bagaimana solusi pertumbuhannya ke depan?

Dondi Hananto, co-founder Kinara Indonesia. Foto: Kinara Indonesia
Dondi Hananto, co-founder Kinara Indonesia. Foto: Kinara Indonesia

Menurut Co-Founder Kinara Indonesia, Dondi Hananto, industri perbankan syariah di Indonesia selama ini masih belum bisa bergerak atau berkembang secara cepat, dikarenakan perbankan syariah di Indonesia belum bisa menunjukkan keunggulan spesifiknya dibandingkan bank konvensional kepada masyarakat luas di Tanah Air.

“Saya melihat dari sisi sebagai orang bisnis atau orang market, secara personal saya tidak  terlalu setuju kalau perbankan syariah terus menerus lebih mengedepankan  dari sisi Islamic-nya. Saya percaya, memang ada proporsi sekelompok orang yang memilih produk karena dianggap Islamic atau dianggap halal. Tapi menurut saya secara realistis jauh lebih banyak lagi populasi atau proporsi customer yang lebih memilih perbankan karena benefitnya,” ujar Dondi Hananto kepada MySharing di sela-sela acara IFN Forum 2016, kemarin (7/4/2016) di Hotel Shangrilla, Jakarta.

Menurut Dondi Hananto, banyak dari para nasabah perbankan di tanah air yang masih belum bisa melihat benefit lain dengan mengambil produk perbankan syariah dibandingkan produk konvensional.

“Secara marketing-nya, saya sebenarnya suka sekali dengan icon Susi Susanti dan Alan Budi Kusuma sebagai nasabah bank syariah, karena itu berarti  menunjukkan bahwa produk syariah itu bisa diterima untuk semua orang, atau universal, bukan hanya untuk orang Islam. Namun memang yang belum didapat adalah,  itu bank syariah benefitnya apa sih? Apa benefit saya menaruh di simpanan syariah dibanding konvensional?” tegas Dondi lagi.

Lebih lanjut dijelaskan Dondi, yang terpenting bagi bank syariah saat ini adalah, bank syariah jangan terlalu membebani dirinya dengan label syariahnya, namun demikian harus lebih fokus dalam membuat produk yang benar-benar bermanfaat atau dibutuhkan oleh masyarakat.

“Ujung-ujungnya adalah, bagaimana nembuat produk yang benar-benar kompetitif. Itu yang menurut saya masih sangat kurang. Product development bank syariah harus bisa mencari produk-produk yang  secara syariahnya compliance, namun juga benefit ke nasabahnya benar-benar terasa,” lanjut Dondi.

Dondi Hananto: Apa benefit saya menyimpan uang di bank syariah? Click To Tweet

Nah, setelah mampu menciptakan produk-produk yang secara benefit akan bisa menguntungkan nasabah dan mempunyai keunggulan dari produk konvensional, maka lanjut Dondi, bank syariah bisa mem-push kembali dari sisi marketing dan sales-nya. Bahwa bank syariah itu punya produk yang mempunyai keunggulan lebih dibanding produk konvensional, demikian Dondi Hananto.