Para pembicara peluncuran Asuransi Syariah PRUTect Care - Hospital Cash di Jakarta (28/4).

OVO dan Prudential Hadirkan Asuransi Syariah ‘PRUTect Care – Hospital Cash’

Didorong oleh kesamaan visi untuk mendorong inklusi keuangan dan penetrasi asuransi di tengah pesatnya perkembangan ekonomi Syariah, OVO dan Prudential Indonesia meluncurkan produk asuransi jiwa yang terjangkau bagi masyarakat, yaitu PRUTect Care - Hospital Cash secara daring di Jakarta (28/4).

OVO sebagai platform pembayaran digital, rewards dan layanan financial,  bersama PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia), meningkatkan kerja sama strategis yang telah terjalin selama ini dengan meluncurkan  Asuransi Jiwa Kumpulan Syariah PRUTect Care (PRUTect Care – Hospital Cash).

Ini adalah produk asuransi jiwa Syariah berbasis digital yang terjangkau, serta memberikan  perlindungan menyeluruh yang dapat diakses secara mudah di layanan OVO Proteksi.

PRUTect Care – Hospital Cash tersedia di aplikasi OVO yang disediakan oleh Prudential Indonesia melalui pialang asuransi digital berlisensi penuh, PT Salvus Inti. Peluncuran produk ini juga bertujuan untuk meningkatkan penetrasi keuangan digital dan juga asuransi di Indonesia.

Dalam kesempatan peluncuran, CEO OVO – Jason Thompson mengatakan,  saat ini ekonomi berbasis Syariah sedang tumbuh pesat di Indonesia. Menurut The State of Global Islamic Economy (SGIE) Report 2020/2021, Indonesia berada di peringkat 4 perekonomian Syariah terbesar di dunia. Hal ini pula yang mendorong OVO dan Prudential Indonesia mengembangkan asuransi digital Syariah yang terjangkau bagi masyarakat.

“OVO melalui strategi ekosistem terbuka yang sudah dibangun, terus berkolaborasi dengan pihak-pihak yang memiliki visi yang sama yaitu untuk memberikan layanan yang memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat Indonesia yang berkembang. Peluncuran produk ini oleh OVO dan Prudential Indonesia sangat tepat waktunya  terutama karena pandemi COVID-19 sehingga mampu memberikan perlindungan kepada diri sendiri dan keluarga   terhadap virus dan faktor-faktor tidak terduga yang dapat menyebabkan rawat inap, cacat tetap atau kematian,” jelas Jason.

“OVO senantiasa mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan penetrasi keuangan digital di Indonesia, salah satunya dalam bidang asuransi. Untuk itu, inovasi ini tentunya diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan pentingnya memiliki asuransi jiwa dan kesehatan, sekaligus menggarisbawahi komitmen OVO, yang sejak awal mendukung pemerintah dalam mempercepat terciptanya masyarakat non-tunai di Indonesia,” lanjutnya.

Sementara itu, President Director Prudential Indonesia – Jens Reisch mengatakan, bahwa pandemi COVID-19 yang masih berlangsung membuat tingkat kesadaran masyarakat Indonesia serta kebutuhan akan perlindungan asuransi jiwa makin meningkat. Di tengah pandemi yang masih berlangsung, Prudential Indonesia melihat pentingnya mengedepankan fleksibilitas, premi/kontribusi yang terjangkau, dan akses yang mudah dalam menghadirkan produk dan layanan yang berpusat pada kebutuhan nasabah.

“Kemitraan dengan OVO merupakan langkah strategis kami untuk menjadikan layanan kesehatan dan keuangan menjadi terjangkau dan dapat diakses oleh semua orang Indonesia. Didukung oleh besarnya basis pengguna serta jangkauan OVO yang luas, kami berharap dapat melindungi semakin banyak masyarakat Indonesia, memenuhi kebutuhan perlindungan mereka yang terus berubah, dan membantu mereka mendapatkan yang terbaik dalam kehidupannya.” ungkap Jens.

“Peluncuran asuransi PRUTect Care – Hospital Cash di aplikasi OVO lebih dari sekadar suatu peluncuran produk. Peluncuran ini mencerminkan aspirasi kami untuk menghadirkan produk yang terjangkau, mudah diakses, dan relevan bagi masyarakat Indonesia dengan cara yang baru dan menarik. Produk ini juga menjadi wujud kolaborasi yang lebih luas lagi antara kedua perusahaan untuk bersama mendorong penetrasi asuransi di Indonesia. Hal ini pun sejalan dengan komitmen Prudential Indonesia untuk terus menghadirkan solusi proteksi jiwa yang inovatif dan bernilai tambah kepada masyarakat Indonesia,” tambah Jens.

Financial Planner – Annisa Steviani menekankan pentingnya memiliki perlindungan asuransi sebagai salah satu fondasi dasar dari perencanaan keuangan yang menyeluruh.

“Pandemi mengajarkan kita untuk harus selalu siap dalam mengantisipasi tantangan dan risiko yang bisa terjadi kapan saja. Contohnya, ketika seseorang harus dirawat di rumah sakit, kebutuhan finansial untuk menutupi biaya hidup sehari-hari tentunya akan terus berjalan. Solusi asuransi seperti PRUTect Care – Hospital Cash dapat membantu memberikan ketenangan pikiran karena manfaatnya dapat digunakan sebagai pengganti pendapatan (income protection) sementara agar perencanaan keuangan yang telah disusun dengan baik tidak terganggu secara signifikan. Dan tentunya prinsip-prinsip Syariah yang diterapkan di asuransi ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang mengedepankan unsur dan nilai syariah di dalam kehidupannya.”

Hal ini juga diamini oleh seorang figur publik, Ananda Omesh. Melihat dari pengalamannya yang telah berhasil pulih dari infeksi COVID-19, Omesh menyampaikan, semakin pentingnya perlindungan bagi dirinya dan keluarga. Di masa pandemi ini, ancaman kesehatan makin nyata dan risiko ketidakpastian makin tinggi. Perlindungan asuransi bukan lagi alternatif tapi kini sudah menjadi kebutuhan utama.

“Di tengah berbagai pilihan produk asuransi, PRUTect Care – Hospital Cash yang berbasis syariah dan digital menjadi alternatif yang menarik karena accessible anytime anywhere di genggaman tangan, selain tentunya sesuai dengan nilai-nilai Syariah. Manfaat lengkap dan harganya yang terjangkau membuat produk ini juga cocok untuk keluarga saya, agar memastikan mereka pun terproteksi dengan baik,” ujarnya.

Hasil survei yang dilakukan oleh OVO terkait persepsi masyarakat terhadap asuransi kesehatan dan jiwa, khususnya yang berbasis Syariah, mempertegas pentingnya kehadiran produk asuransi seperti PRUTect Care – Hospital Cash. Menurut hasil survei tersebut, rendahnya minat masyarakat terhadap produk asuransi dilatarbelakangi oleh persepsi bahwa proses klaim akan sulit dilakukan dan memakan waktu, dan bahwa asuransi belum perlu diprioritaskan sebagai pengeluaran rumah tangga. Temuan ini sejalan dengan tingkat penetrasi asuransi yang rendah di Indonesia yang masih belum mencapai 5% seperti yang dicita-citakan para pelaku industri. Otoritas Jasa keuangan (OJK) mencatat hingga 2020, penetrasi industri asuransi Indonesia masih di bawah 4 persen, lebih rendah dibanding negara-negara ASEAN lain, seperti Singapura yang sudah 6 sampai 7 persen.

Walau demikian, survei OVO menyingkap setidaknya 3 dari 10 responden tertarik untuk memiliki asuransi berbasis syariah dalam waktu dekat. Dari total responden yang menyatakan ketertarikannya untuk memiliki asuransi Syariah, sebanyak hampir 50% secara spesifik ingin memiliki asuransi jiwa Syariah. Alasan utama yang melandasi keinginan memiliki asuransi adalah untuk mengamankan tabungannya dari pengeluaran tak terduga.

OVO dan Prudential Indonesia memulai kemitraan strategis mereka pada 2019. Awal 2020 lalu, Prudential Indonesia memberikan produk asuransi jiwa kecelakaan dan COVID-19 bebas premi untuk pengguna OVO sebagai bagian dari komitmen bersama untuk meringankan beban pikiran masyarakat yang memerlukan perlindungan tambahan dari COVID-19 selama pandemi. Kedua perusahaan ini akan terus melanjutkan kolaborasinya dalam melindungi masyarakat Indonesia.

 

More Stories
MUFFEST Surabaya Memantik Giat UKM Fesyen Muslim Jawa Timur