Muchamad Ahmad Yani (tengah), pengusaha supplier udang segar

BSM Dorong Pengusaha Mikro Raih Sukses Usaha

BSM tak sekedar memberikan pembiayaan mikro. Namun juga mendampingi pengusaha mikro agar bisa meraih sukses didalam usahanya.

Muchamad Ahmad Yani (47), seorang pengusaha supplier udang di kawasan Kali Baru, Cilincing, Jakarta Utara, merasakan dukungan pembiayaan mikro dari BSM sangat membantu usahanya hingga akhirnya bisa maju seperti sekarang. Saat ini omset bisnis supplier udang Ahmad Yani mampu menghasilkan omset antara Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar per bulannya. Ahmad Yani menyuplai udang segarnya tersebut ke beberapa segmen, seperti restoran, hotel, maupun umum.

“Dukungan pembiayaan mikro dari BSM sangat membantu. Apalagi saya memulai bisnis ini boleh dibilang tanpa modal sama sekali, alias nol. Modalnya hanya berupa kepercayaan,” ujar Ahmad Yani.

Ahmad Yani sebelumnya memang sudah bergerak di usaha supplier udang, hanya saja ia masih sebagai karyawan dari bisnis yang dikelola saudaranya sendiri.

“Usaha udang ini memang tadinya dimulai oleh Ayah saya sendiri. Lalu usaha ini dilanjutkan oleh saudara saya, dan disitu saya hanya menjadi karyawan. Saya kemudian memutuskan untuk mandiri dengan membuka usaha sendiri,” jelas Ahmad Yani.

Menurut Ahmad Yani, dukungan pembiayaan mikro dari BSM awalnya didapat tanpa sengaja. Yaitu saat ia mencairkan pembayaran dari klien di BSM. Saat itulah, ia mendapatkan info tentang adanya fasilitas pembiayaan mikro bagi pengusaha seperti dirinya. Hal ini seperti pucuk dicinta ulam tiba. Karena sebelum ini, Ahmad Yani pernah mengajukan pembiayaan ke salah satu bank swasta nasional, namun tidak kesampaian karena salah satu kendala.

Pertama kali Ahmad Yani mendapatkan pembiayaan mikro dari BSM adalah kredit sebesar Rp 100 juta dengan masa tenor dua tahun. Karena dalam perjalananan Ahmad Yani selalu amanah didalam kewajiban kreditnya, maka Ahmad Yani bisa diberikan lagi pembiayaan sebesar Rp 150 juta, dan kemudian terakhir Rp 200 juta.

Karena bisnisnya yang semakin lama semakin bagus, Ahmad Yani sebenarnya sudah bisa “naik kelas” untuk tak lagi mendapatkan pembiayaan dengan skala mikro dari BSM, namun bisa meningkat ke pembiayaan business banking. Namun demikian, Ahmad Yani tak lantas mengambil pembiayaan dengan skim yang lebih tinggi tersebut. “Saya masih mikir-mikir. Karena bagaimanapun pembiayaan adalah hutang,” tandasnya.

Branch Manager BSM Cabang Kramat Jaya Jakarta Utara – Indri Rachman mengungkapkan, Ahmad Yani adalah salah satu nasabah pembiayaan mikro kantor cabang yang dipimpinnya yang tergolong berhasil di dalam usahanya.

“Usaha udang yang dijalani Pak Ahmad Yani adalah sektor produktif yang potensial. Sehingga kami sangat mendukung pembiayaan usahanya. Pak Ahmad Yani juga nasabah yang baik, kewajibannya selalu lancar. Usahanya juga terus bertambah maju,” jelas Indri.

Yang jelas, Ahmad Yani sendiri merasa bersyukur bisa mendapatkan pembiayaan mikro dari BSM yang telah sangat membantu usahanya hingga bisa seperti sekarang. “Yang pasti ini pembiayaan dengan akad syariah ini membuat saya merasa tenang dan berkah didalam menjalankan usaha ini,” jelas Ahmad Yani.

Namun demikian, Ahmad Yani lantas menyampaikan harapannya kepada BSM, agar bank syariah ini didalam memberikan pembiayaannya untuk bisa lebih panjang didalam tenor pinjamannya. “Kalau bisa jangan hanya dua tahun, namun bisa langsung lima tahun. Karena di usaha udang seperti yang saya geluti ini, ada masa pasang surut bisnisnya. Sehingga agak sulit kalau pembiayaannya hanya dengan masa tenor dua tahun saja,” demikian harapan Ahmad Yani.