Suasana Penandatanganan Kerjasama BSI dan ALAMI di Jakarta (14/4).

BSI dan Fintech ALAMI Berkolaborasi Perkuat Segmen SME dan Mikro

Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk dan PT Alami Fintek Sharia, pada Kamis (14/3) di Jakarta, melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama terkait channeling penyaluran pembiayaan kepada SME berbasis teknologi informasi.

Dengan adanya kerjasama ini, Bank Syariah Indonesia dan ALAMI menyepakati adanya kolaborasi penyaluran pembiayaan sesuai prinsip syariah untuk segmen SME dan mikro melalui layanan aplikasi peer-to-peer lending yang dimiliki ALAMI.

Direktur Retail Banking BSI – Kokok Alun Akbar menyampaikan, Bank Syariah Indonesia serius menggarap segmen SME dan UMKM melalui e-channel platform sehingga potensi bisnis ini dapat optimal dan tentunya berkualitas dari sisi keamanan dan kesesuaian dengan prinsip-prinsip syariah.

Lebih lanjut Alun menambahkan, sepanjang 2021 pembiayaan kepada segmen UMKM telah mencapai Rp39,4 triliun secara nasional dengan kualitas yang terjaga. Nilai tersebut sekitar 23,05% dari total penyaluran pembiayaan BSI. Dengan adanya sinergi ini, BSI akan menyiapkan dana pembiayaan sekitar Rp50 miliar yang siap digunakan bagi para pelaku usaha SME dan UMKM yang mengajukan pembiayaan melalui fintek ALAMI.

Sinergi ini menjadi sebuah langkah strategis untuk menjadikan bank dan fintek sebagai lembaga keuangan yang valid dan aman yang dapat memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha SME dan UMKM melalui platform digital.

“Tentunya peran bank dan fintek juga harus didorong dengan kualitas pembiayaan yang sehat, dana yang likuid dan kualitas pelaku usaha yang baik sehingga ekosistem pembiayaan berbasis digital ini dapat berkelanjutan kedepannya,” ujar Alun.

CEO ALAMI –  Dima Audra Djani menyambut baik kolaborasi yang telah diresmikan hari ini.

“Dengan kerjasama ini, kami berharap dapat memberikan solusi bagi para pelaku UMKM untuk terus berkembang melalui layanan berbasis teknologi dan berprinsip syariah yang mengedepankan keadilan serta transparansi, sehingga mampu meningkatkan penetrasi pembiayaan UMKM dan mewujudkan percepatan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” tutur Dima.

Lebih lanjut Dima menyampaikan, peluang dan kebutuhan UMKM akan pembiayaan terus bertumbuh pesat dan menunjukkan dampak positif yang luas.

Hal ini terlihat dari akumulasi penyaluran pembiayaan di ALAMI yang telah mencapai lebih dari Rp2 triliun dengan TKB90 tetap di 100% pada bulan Maret 2022 lalu, hanya berjarak kurang dari  6 bulan sejak ALAMI mencetak akumulasi penyaluran pembiayaan sebesar Rp1 triliun pada September 2021 sebelumnya.

Keseluruhan pembiayaan disalurkan kepada lebih dari 8.500 proyek pembiayaan untuk UMKM yang bergerak di industri yang berdampak positif, tersebar di 482 kota di 34 provinsi di Indonesia. Pencapaian tersebut tentunya tidak lepas dari terus dikembangkannya kualitas layanan, SDM dan culture serta penerapan prinsip syariah yang dikedepankan dalam segala lini bisnis ALAMI.

Ekonomi syariah memiliki potensi yang cukup besar di Indonesia, didukung oleh jumlah penduduk Muslim yang mencapai lebih dari 230 juta penduduk. Industri halal di Indonesia juga berkembang secara signifikan, diikuti oleh awareness masyarakat mengenai praktik kesyariahan juga semakin meningkat.

Hal ini mendorong ALAMI untuk merevolusi keuangan syariah lewat digitalisasi, yang bertujuan membuka akses yang lebih luas terkait keuangan syariah dan menyediakan produk finansial yang praktis, mudah digunakan, dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, dan memberikan dampak bagi kesejahteraan masyarakat.

Sejak beroperasi dalam menyalurkan pembiayaan pada 2019 lalu, ALAMI telah mengantongi penghargaan sebagai The Best P2P Financing Platform dari The Asset. Dengan pencapaian yang semakin meroket, ALAMI terus berinovasi dan berkontribusi dalam pertumbuhan ekosistem halal. Terkait hal tersebut, ALAMI berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti industri sales distribution, kuliner halal, pertanian, perikanan, kesehatan, telekomunikasi, dan energi. Sejumlah sektor tersebut telah digarap sebelumnya dan akan dikembangkan lebih pesat pada tahun ini.

Selain itu, ALAMI juga memperkuat sinergi dengan komunitas-komunitas pengusaha muslim di Indonesia untuk mendukung kegiatan bisnis mereka, termasuk kegiatan ekspor, dimana pelaku usaha mencoba terus menyiapkan diri untuk dapat melayani sektor jasa ekspor termasuk menyangkut transaksi cross border.

Dengan semangat yang sama, BSI juga terus mengimplementasikan dukungan terhadap UMKM, diantaranya adalah peresmian BSI UMKM Centre di beberapa kota di Indonesia yang bertujuan untuk memfasilitasi UMKM di daerah untuk pemasaran, pelatihan bersama serta ajang co-working space dan berbagi informasi sesama pelaku UMKM. Program Talenta Wirausaha BSI yakni program inkubator bagi para wirausahawan muda untuk membangun dan meningkatkan kapasitas usahanya (scale up), optimalisasi peran agregator dan reseller, hingga perluasan pasar serta peningkatan SDM. Penyaluran dana melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), pembiayaan KUR Syariah dan sinergi program dengan kementrian dan BUMN.

Diharapkan kolaborasi BSI dengan ALAMI dapat menjadi langkah percepatan tercapainya masyarakat Indonesia yang terus berkembang sesuai dengan prinsip kesyariahan, serta mendorong tumbuhnya industri syariah di Indonesia.