Salah satu kantor cabang BRI Syariah di Aceh dalam rangka mendukung Qanun Syariah.

BRI Syariah Percepat Konversi Pinjaman Mikro di Aceh dengan i-Kurma

Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) telah diundangkan pada Desember 2018. Implikasi dari Qanun LKS tersebut, semua lembaga keuangan yang ada di Aceh harus beroperasi dengan prinsip syariah, tidak terkecuali bank. BRI Syariah bersama BRI mendukung pelaksanaan qanun ini.

Karena adanya Qanun LKS, masyarakat diimbau untuk memindahkan simpanan dan pinjamannya kepada bank syariah. Konversi masih bisa dilakukan hingga akhir 2021. Namun bagi nasabah yang pinjamannya mendekati masa jatuh tempo dapat ditake over mulai tahun ini. BRI Syariah sudah mulai menerima take over pinjaman nasabah BRI sejak pertengahan tahun 2019.

“Syarat take over antara lain calon nasabah merupakan nasabah eksisting di BRI (perpanjangan) dan nasabah dalam kondisi lancar pada saat dilakukan konversi. Layanan ini tersedia di kantor jaringan BRI,” ujar Sekretaris Perusahaan BRI Syariah – Mulyatno Rachmanto dalam siaran pers BRI Syariah yang diterima MySharing hari ini, Selasa (9/12).

Untuk mempercepat proses konversi, lanjut Mulyatno, BRI Syariah meluncurkan i-Kurma (Kemaslahatan Untuk Raykat Madani) pada 17 November 2019. i-Kurma, merupakan aplikasi digital internal business process BRI Syariah yang berguna untuk memproses permohonan pembiayaan. i-Kurma akan mempercepat proses pencairan pembiayaan mikro. Selama ini proses bisnis pembiayaan mikro membutuhkan waktu kurang lebih selama 9 hari. Dengan adanya i-Kurma, permohonan pembiayaan mikro bisa selesai dalam 1 hari ketika dokumen yang diperlukan sudah lengkap.

“Untuk meningkatkan kecepatan dan ekspansi telah dilakukan perbaikan dengan proses digitalisasi yang kami sebut i-Kurma. Proses ini merupakan langkah awal BRI Syariah menuju transformasi,” lanjut Mulyatno.

“BRIsyariah bersama BRI bersinergi penuh untuk mendukung qanun LKS. Kami akan memberikan layanan terbaik bagi nasabah yang ingin memindahkan simpanan maupun pinjamannya. i-Kurma merupakan aplikasi yang kami rancang agar konversi pembiayaan dapat diproses dengan cepat. Harapan kami, nasabah BRI yang memindahkan pinjamannya kepada BRIsyariah akan merasa nyaman, karena prosesnya mudah dan cepat,” tambah Mulyatno.

Selain konversi, jelas Mulyatno, aplikasi i-Kurma juga dapat digunakan untuk memproses pengajuan pembiayaan baru. Masyarakat yang tertarik mengajukan pembiayaan mikro diharapkan memenuhi persyaratan dokumen antara lain aplikasi permohonan, indentitas diri dan pasangan (jika telah menikah), KTP elektronik, copy NPWP, fotokopi KK / surat nikah dan Surat Izin Usaha Mikro dan kecil (IUMK) atau Surat Ijin/Keterangan Usaha dari pemerintah setempat. Pembiayaan ini ditujukan kepada masyaraskat yang merintis usaha produktif berupa usaha mikro, kecil, menengah dan telah menjalani usahanya minimal enam bulan. Sektor penyaluran pembiayaan mikro BRIsyariah meliputi perdagangan, pertanian dan kehutanan.

 

More Stories
Bank Aceh Syariah Dukung Pengembangan UMKM di Pidie Jaya