Head of Engineering Global and Inward Asuransi Allianz – Sjaeful Safarudin merasa yakin, bahwa bisnis asuransi umum syariah di tanah air akan terus meningkat, seiring dengan semakin berkembangnya industri ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

“Saat ini sektor ekonomi dan bisnis syariah semakin maju, tentu ada pengaruh juga terhadap perkembangan bisnis asuransi umum syariah. Karena ada kaitannya antara sektror riil maju dengan asuransi syariah. Bisnis ekonomi syariah maju, tentunya akan mengangkat kesadaran masyarakat untuk berasuransi syariah,” papar Sjaeful kepada MySharing baru-baru ini di Jakarta.
Menurut Sjaeful, bagi warga masyarakat Muslim yang sudah lebih paham mengenai keunggulan ekonomi dan keuangan syariah, maka dalam bertransaksi keuangan akan lebih memilih ke produk keuangan syariah, termasuk juga asuransi umum syariah.
“Banyak potensinya untuk asuransi umum syariah ini. Karena itu kita harus optimis bahwa bisnis ini akan maju,” jelas Sjaeful.
- CIMB Niaga Gelar Sustainability Masterclass, 20 Jurnalis Indonesia Siap Berkontribusi Aksi Keberlanjutan
- Kembangkan Ekosistem Pembayaran Digital, Bank Muamalat Raih Penghargaan
- BCA Syariah dan Masjid Istiqlal Bersinergi Tingkatkan Inklusi Keuangan Syariah Lewat #BSyaInfak
- Meriahkan Iduladha 1447 H, Bank Muamalat Hadirkan Semarak Qurban Muamalat 2026
Hanya saja meskipun potensi bisnisnya besar, Sjaeful juga mengakui, bahwa tingkat pemahaman masyarakat Indonesia terhadap asuransi umum syariah ini masih rendah, sehingga bisnis ini untuk saat ini belum bisa berkembang dengan pesat.
“Kendala hampir sama antara life syariah dan general syariah. Yaitu banyak sekali masyarakat kita yang belum paham mengenai asuransi. Jangankan paham asuransi syariah, asuransi yang biasa saja pun banyak yang belum tahu. Karena itu, tugas utama kita memang lebih menguatkan sosialiasi ke masyarakat,” demikian Sjaeful Safarudin – Head of Engineering Global and Inward Asuransi Allianz.

