Bank syariah selama ini sering kesulitan didalam mengakomodir pengusaha mikro yang tidak bisa meng-akses perbankan. Bagaimanakah solusinya?

Founder Kinara Indonesia – Dondi Hananto mengungkapkan, bank syariah bisa mengakomodir kebutuhan para pengusaha mikro yang selama ini kesulitan didalam meng-akses perbankan, dengan cara menggandeng lembaga-lembaga semacam BMT atau koperasi.
“Selama ini para pedagang kecil di pasar apabila hendak pinjam modal ke bank, baik ke bank konvensional maupun bank syariah, adalah sangat susah. Akhirnya mereka ke pergi ke BMT-BMT. Namun demikian, BMT-BMT ini umumnya kesulitan keuangan, karena modalnya kurang. Nah, bank syariah bisa masuk menggandeng BMT-BMT ini dalam menyalurkan dananya ke pengusaha mikro itu,” demikian jelas Dondi saat ditemui MySharing disela-sela Islamic Finance News 2016, akhir pekan lalu di Jakarta.
Menurut Dondi, dengan menggandeng BMT-BMT tersebut, maka hal tersebut secara teknis operasional akan menjadi sangat efektif atau efisien bagi bank-bank syariah.
“Artinya, kenapa BMT atau koperasi kecil kok bisa? Karena memang cara kerja mereka berbeda banget dengan perbankan. Mereka punya orang yang bisa keliling tiap hari ke orang-orang kecil untuk mengambil cicilan. Sementara perbankan tidak memungkinkan untuk menyediakan orang-orang tersebut, karena tentu biayanya besar,” jelas Dondi.
Sehingga, menurut Dondi, bank syariah sebaiknya bisa lebih mengandeng lembaga-lembaga semacam BMT atau koperasi ini, guna mengoptimalkan pembiayaan mereka ke sektor pengusaha mikro.
“Jadi bank tidak perlu melakukan semuanya. Sudah ada pihak-pihak lain yang mengerjakan yang receh-receh ini. Jadi misalnya satu BMT punya 100 nasabah, kemudian BMT satunya lagi punya 100 nasabah. Maka bank syariah tidak perlu langsung mengurusi 200 nasabah itu, tapi cukup pegang 2 BMT itu saja, sudah beres. Itu sebabnya agregrasinya bank syariah harusnya bisa lebih di-push lagi,” demikian saran Dondi.
Selain itu, lanjut Dondi, dalam kaitannya dengan penetrasi pembiayaan ke usaha mikro ini, bank syariah juga harus bisa memanfaatkan teknologi.
“Bank ini kan sudah seperti gajah besar yang bergeraknya sulit. Tapi bagaimana agar bank ini bergeraknya bisa lebih gesit? Karena itu perlu dukungan teknologi seperti crowdfunding, bitcoin, yang bisa menentukan atau merubah arah langkah bank ke depan,” demikian Dondi Hananto menutup pembicaraannya dengan MySharing.

