Pemukulan gong tanda jalinan kerja sama PT Pegadaian (Persero) dengan Yamaha di Pasir Bersih Karawang, Jawa Barat, Jumat (16/9). foto: Istimewa

Amanah Chanelling Targetkan Layani 3.250 Outlet

Dengan perluasan pelayanan diharapkan dapat menambah 2.500 unit sepeda motor.

Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada nasabah, PT Pegadaian (Persero) menggandeng PT Batavia Bintan Berlina (dealer resmi sepeda motor Yamaha).  Kerja sama ini terjalin dalam program Amanah, yaitu pembiayaan kepemilikan sepeda motor.

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Riswandi mengatakan, bahwa produk pembiayaan kendaraan bermotor produk Amanah merupakan produk yang dicetuskan oleh Strategic Bussiness Unit (SBU) Syariah.

Produk ini bertujuan untuk memperluas jangkauan pelayanan kepada nasabah. Selain itu, produk ini juga dipasarkan di Pegadaian konvensional dengan sistem chanelling.

“Saat ini, produk Amanah baru dilayani di outlet-outlet Pegadaian Syariah sebanyak 611 outlet. Dengan sistem chanelling ini, kami menargetkan pada akhir tahun ini dapat dilayani di 3.250 outlet baik konvensional maupun syariah yang tersebar di seluruh Indonesia,” kata Riswandi pada penandatanganan kerja sama dengan Yamaha di Pasir Bersih Karawang, Jawa Barat, Jumat (16/9) seperti dalam rilisnya yang diterima MySharing.

Riswandi menyebutkan, Pegadaian menargetkan outstanding loan hingga akhir tahun mencapai Rp 35 triliun di mana saat ini sudah Rp 34 triliun. Adapun, rasio kredit bermasalahnya hanya 0,5 persen karena barang yang digadaikan belum laku terjual.

Dari nilai tersebut, lanjut dia, outstanding untuk kendaraan bermotor sebesar Rp 73 miliar atau 2.700 unit. “Motor sudah 2.700 unit padahal targetnya 2.500. Dengan perluasan ini, maka bisa menambah 2.500 unit lagi. Apalagi yang indent Yamaha Nmax sudah ratusan,” ungkapnya.

Sementara General Manager SBU Syariah Rully Yusuf menambahkan, Amanah merupakan produk Pegadaian berupa pembiayaan pemilikan kendaraan motor baik sepeda motor atau mobil, baik baru maupun bekas pakai.  Dengan produk ini, nasabah dapat memiliki sepeda motor dengan uang muka minimal 20 persen, pinjaman dapat diangsur selama 36 bulan. Sedangkan untuk mobil uang muka minimal 25 persen, jangka waktu angsuran 60 bulan.

Khusus untuk sepeda motor atau mobil bekas pakai, pembiayaan dilayani untuk sepeda tahun produksi maksimal 6 tahun pada saat lunas. Sedangkan untuk mobil maksimal 10 tahun pada akhir pelunasan.  “Keunggulan jika membeli di sini, masa tunggu pemesanannya tidak lama dibanding ditempat lain,” pungkas Rully.