Pembiayaan ini tumbuh sebesar 28% dari rp 6,97 triliun pada periode yang sama di tahun 2018 (year on year).
“Bisnis pembiayaan kepada keluarga prasejahtera produktif sudah kami tekuni sejak tahun 2010 dan kami belajar banyak hal. Dari nasabah pembiayaan mimpi mereka terwujud lebih cepat. Nasabah pendanaan merasa niat baik untuk turut memberdayakan, terpenuhi, dan bagi karyawan merasa terus bertambah ilmu untuk semakin lebih baik,” ujar Direktur Utama BTPN Syariah – Ratih Rachmawaty dalam siaran pers BTPN Syariah baru-baru ini.
Menurut Ratih, Dengan terus membesarnya skala bisnis di segmen ini, BTPN syariah bertekad untuk terus bekerja keras, agar semua niat baik seluruh pemangku kepentingan kami dapat terwujud lebih cepat.
“Kami juga mengubah semua nama produk yang kami tawarkan dengan tambahan kata Tepat, misalnya Tepat Deposito. Tepat, wujudkan niat baik lebih cepat, jelas Ratih.
Ratih lalu memaparkan, untuk total aset BTPN Syariah per September 2019 tumbuh 29% yoy menjadi Rp14,59 triliun dibandingkan total asset September 2018 yang masih sebesar Rp11,31 triliun.
Kemudian untuk dana pihak ketiga (DPK), lanjut Ratih, BTPN Syariah mencatat pertumbuhan sebesar 25% yoy, naik Rp 1,76 triliun menjadi Rp 9,01 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp 7,2 triliun.
“Pertubuhan pembiayaan yang positif yang disertai dengan efisiensi perseroan dalam mengoperasikan bisnis mampu menopang pertumbuhan laba bersih setelah pajak (Net Perfoming After Tax/ NPAT) mencapai Rp 976,3 miliar, tumbuh 40% dari Rp 698 miliar (yoy) dengan capital adequacy ratio (CAR) berada di posisi 41,1%,” papar Ratih.
Selain itu, lanjut Ratih, BTPN Syariah juga telah meningkatkan efisiensi perseroan dalam mengoperasikan bisnis dengan beban operasional pada pendapatan operasional tercatat 59,6%, lebih rendah dari September 2018 yang mencapai 62,6%.

