Beragam kampanye, sosialisasi dan edukasi mendorong pertumbuhan jumlah investor.
Jumlah investor saham syariah yang menggunakan platform online trading syariah mencapai 9000 pengguna pada 2016. Jumlah tersebut meningkat signifikan dari 2015 yang sebanyak 4900 investor. Hal tersebut tak terlepas dari kegiatan kampanye, sosialisasi dan edukasi yang dilakukan oleh pemangku kepentingan industri pasar modal syariah.
Deputi Direktur Pasar Modal Syariah OJK Muhammad Touriq mengatakan, sekarang setidaknya ada 12 penyedia online trading syariah di Indonesia. Dengan semakin banyaknya penyedia online trading syariah, jangkauan layanan pun semakin luas. Selain itu, kampanye bursa Yuk Nabung Saham Syariah juga berpengaruh besar.
“Ditambah program Sekolah Pasar Modal Syariah yang melibatkan penyedia jasa online trading syariah dengan memberikan jasa edukasi sekaligus buka booth untuk investornya langsung buka akun. Itu dilakukan cukup intensif di beberapa daerah khususnya di kantor perwakilan bursa. Hal-hal itu yang membuat jumlah investor baru meningkat signifikan,” jelasnya.
OJK pun selalu mendukung Bursa Efek Indonesia dan pelaku pasar untuk melakukan kegiatan sosialisasi dan edukasi secara terus menerus. Dengan basis hasil Survei Nasional Literasi dan Keuangan Inklusi 2016, anggota bursa dan manajer investasi akan dapat menyusun rencana sosialisasi dan edukasi dengan lebih tertata dan tepat sasaran.
“Hasil survei akan digunakan untuk sosialisasi edukasi. Dengan basis survei seperti ini dan lebih tahu detail datanya, nanti dari sana bisa dilakukan rencana strategis sosialisasi edukasi sesuai peta survei karena menampilkan agregat kota mana yang tinggi kontribusinya,” jelas Touriq.
Pihaknya juga akan bekerjasama dengan pemangku kepentingan terkait seperti perwakilan OJK di daerah, bursa, hingga pelaku pasarnya sendiri. Dengan membuat rencana strategis literasi pasar modal syariah, ia pun optimis jumlah investor di tahun ini akan meningkat. “Apalagi ada basis survei untuk tentukan langkah strategis,” tegasnya.

