Kontribusi Asuransi Syariah Amanah Githa Naik 37% Sepanjang 2016

Meskipun baru berusia “seumur jagung”, namun Asuransi Syariah Amanah Githa terus menunjukkan kinerja bisnisnya yang bagus, meskipun ekonomi nasional masih terus belum menunjukkan gejala perbaikan yang signifikan.

Kinerja bisnis Amanah Githa yang terus positif tersebut terungkap dari acara media visit Direktur Utama Amanah Githa – Salim Al Bakry dan Staf ke kantor redaksi MySharing.Co di Jakarta kemarin (12/1/2017).

Direktur Utama Asuransi Amanah Githa Salim Al Bakry dalam keterangan resmi perusahaannya mengungkapkan, bahwa pencapaian kontribusi Amanah Githa di tahun 2016 adalah sebesar Rp 23,6 miliar atau naik 37% dari tahun 2015 yang berjumlah masih sebesar Rp 17 miliar.

“Peningkatan kontribusi juga berdampak positif terhadap pemupukan Akumulasi Dana Tabarru yang naik 59% (Rp 3,8 miliar) di tahun 2016 dibandingkan tahun 2015 yaitu sebesar rp 2,4 miliar. Risk Based Capital (RBC) perusahaan di tahun 2016 juga semakin baik di posisi 150% atau naik 21% dari 124% di tahun 2015. Sementara itu, dari sisi pendapatan ujroh perusahaan juga mengalami peningkatan sebanyak 9% di tahun 2016 atau sebesar Rp 7,4 miliar,” jelas Salim Al Bakry.

Menurut Salim, pengelolaan dana investasi peserta dan juga dana perusahaan sangat baik. Terbukti dengan hasil investasi yang naik 64% di tahun 2016, atau sebesar rp 4,5 miliar dibandingkan tahun 2015 yang masih sebesar Rp 2,7 miliar.

“Kualitas bisnis yang diraih pada tahun 2016 sangat baik. Ini dibuktikan dengan adanya hasil surplus dana tabarru yang naik sangat tinggi hampir mencapai 5 (lima) kali lipat atau sebesar Rp 1,9 miliar dari tahun 2015 yang hanya sebesar Rp 367 juta,” lanjut Salim.

Salim menambahkan, meskipun belum membukukan laba yang positif, namun perusahaan telah melakukan efisiensi dan juga mendongkrak kinerja sehingga mampu mengurangi kerugian di tahun 2016 sebesar +/- Rp 2 miliar.