Kebangkitan ekonomi adalah bagian dari kejayaan umat Islam.
Wakil Ketua GNPF MUI Ustad Zaitun Rasmin menyampaikan, salah satu hal yang penting pasca Aksi Super Damai Bela Islam III pada Jumat, 2 Desember 2016 adalah menjaga semangat perjuangan, termasuk perjuangan ekonomi umat.
Ustad Zaitun menilai, perjuangan membangkitkan ekonomi umat itu sangat luar biasa. Ustad Zaitun pun berkisah, dahulu Rasulullah SAW hijrah dari Mekah ke Madinah, setelah membangun masjid. Rasulullah segera membangun pasar menghidupkan ekonomi umat. “Karena kebangkitan ekonomi adalah bagian dari kejayaan umat, bahkan bagi keberlangsungan umat Islam itu sendiri,” kata Ustad Zaitun dalam sambutannya pada Rapat Anggota Koperasi Syariah 212 di aula Buya Hamka, Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta, Kamis (12/1).
Dalam Al-Quran dan Hadits, lanjut Ustad Zaitun, perjuangan selalu berkaitan dengan harta dan jiwa. Karena itu, kesadaran untuk membangun ekonomi umat penting untuk diperhatikan.
“Kita bersyukur pada Allah SWT, Aksi Bela Islam I, II, dan III. Teruatama Aksi Super Damai 212 membawa efek bagi umat dengan banyak faedah. Salah satunya kesadaran membangun ekonomi umat,” ungkap Ustad Zaitun.
Menurut Ustad Zaitun, kesadaran membangun ekonomi umat itu telah sampai kepada pergerakan yang nyata yaitu dengan dibentuknya Koperasi Syariah 212. Ini menurut Ustad Zaitun, karunia Allah SWT yang sangat luar biasa.
Agar karunia ini dapat diperlihara dan bisa mencapai tujuan hakiki bagi kejayaan umat Muslim Indonesia. Ustad Zaitun menghimbau umat untuk merapatkan barisan dan menjaga ukhuwah Islamiyah.
Karena tambah dia, tantangan ke depan tidaklah mudah. Yakni, bila Koperasi Syariah 212 ini tumbuh besar, ini akan menjadi raksasa usaha bagi umat Islam. ”Sangat mungkin akan ada orang yang tidak suka bahkan mengagalkannya. Umat Islam harus siap menghadapinya dengan terus menjaga persatuan dan ukhuwah, saling mengingatkan dalam koridor sesuai syariat Islam,” pungkas Ustad Zaitun.

