BNI Griya Hasanah iB mencatat portofolio pembiayaan sebesar 85,99 persen.

Capaian ini, lanjut Imam, terdiri atas pembiayaan konsumtif sebesar 53,18 persen, sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) sebesar 22,2 persen, sektor komersial sebesar 16,75 persen, sektor mikro sebesar 5,69 persen, dan pembiayaan kartu Hasanah Card 2,15 persen.
“Untuk pembiayaan sektor konsumtif, sebagian besar portofolionya berasal dari BNI Griya iB, yaitu sebesar 85,99 persen,” kata Imam dalam konferensi pers paparan kinerja triwulan I 2016 di kantor BNI Syariah, Jakarta (20/4).
- CIMB Niaga Gelar Sustainability Masterclass, 20 Jurnalis Indonesia Siap Berkontribusi Aksi Keberlanjutan
- Kembangkan Ekosistem Pembayaran Digital, Bank Muamalat Raih Penghargaan
- BCA Syariah dan Masjid Istiqlal Bersinergi Tingkatkan Inklusi Keuangan Syariah Lewat #BSyaInfak
- Meriahkan Iduladha 1447 H, Bank Muamalat Hadirkan Semarak Qurban Muamalat 2026
Sementara angka Non Performing Financing (NPF) BNI Syariah hingga Maret 2016 sebesar 2,77 persen. Angka pinjaman bermasalah ini naik dari 2,53 persen pada Maret 2015, namun masih bisa ditangani.
“Kenaikan ini disebabkan oleh keterlambatan pembayaran beberapa nasabah besar, misalnya menunggu pencairan anggaran, sehingga lewat di posisi Maret,” pungkas Imam.

