“Potensi pasar asuransi mikro syariah di Indonesia sangat besar,” demikian diungkapkan Anggota Bidang Teknik Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia – Nur Ali kepada MySharing di sela-sela pelatihan asuransi syariah AASI bagi para jurnalis baru-baru ini di Jakarta.

“Jadi, bila asumsi muslim di Indonesia 86,1%, maka potensi asuransi mikro syariah adalah 98.633.878 orang,” jelas Nur Ali.
Lebih lanjut dijelaskan oleh Nur Ali, target pasar utama dari asuransi mikro syariah adalah masyarakat pedesaan dan perkotaan dengan penghasilan rendah, seperti buruh tani, nelayan, buruh pabrik, pramudniaga, pembantu rumah tangga, sopir dan pedagang kecil.
- CIMB Niaga Gelar Sustainability Masterclass, 20 Jurnalis Indonesia Siap Berkontribusi Aksi Keberlanjutan
- Kembangkan Ekosistem Pembayaran Digital, Bank Muamalat Raih Penghargaan
- BCA Syariah dan Masjid Istiqlal Bersinergi Tingkatkan Inklusi Keuangan Syariah Lewat #BSyaInfak
- Meriahkan Iduladha 1447 H, Bank Muamalat Hadirkan Semarak Qurban Muamalat 2026
“Jumlah masyarakat pada segmen tersebut di Indonesia cukup besar dan memiliki keterbatasan akses terhadap produk asuransi,” lanjut Nur Ali.
Menurut Nur Ali, asuransi mikro syariah ini sebenarnya secara realitanya sangat membutuhkan asuransi mikro syariah ini. Karena mereka memiliki risiko keuangan akibat terkena musibah.
“Masyarakat miskin jauh lebih rentan terhadap dampak akibat peristiwa kehidupan seperti kehilangan aset dan kemunduran kesehatan. Banyak rumah tangga yang sudah keluar dari kemiskinan, menjadi miskin kembali karena terjadi musibah diluar kemampuan mereka. Sementara mereka tidak bisa kembali berproduksi seperti semula,” demikian Nur Ali.

