Direktur Eksekutif AASI - Erwin Noekman

Saham Syarah, Investasi Utama dari Industri Asuransi Syariah di Indonesia

Porsi investasi asuransi syariah di Indonesia dalam situasi Pandemi Covid-19 dan pasca penyampaian RKPUS (Rencana Kerja Pemisahan Unit Syariah), pada tahun 2020, didominasi oleh produk pasar modal dengan persentase sebesar 81,40 persen dari total investasi.

Hal tersebut disampaikan Direktur Eksekutif AASI – Erwin Noekman baru-baru ini di Jakarta.

“Artinya perusahaan asuransi syariah selama situasi pandemi tetap optimis, bahwa penempatan di pasar modal akan memberikan hal yang lebih baik, walaupun ditengah kondisi ketidakpastian yang terjadi. Sehingga industri asuransi syariah tetap sustain menghadapi perekonomian Indonesia,” kata Erwin Noekman.

Saham syariah, lanjutnya, memberikan porsi paling besar dalam penempatan investasi dana perusahaan asuransi syariah Indonesia, yakni mencapai Rp73,68 triliun atau sebesar 35,05 persen dari total investasi. Sedangkan sukuk masih pada posisi terakhir dalam pilihan investasi yakni Rp13,95 triliun atau sebesar 6,13 persen dari total investasi.

“Untuk investasi asuransi syariah sepanjang kuartal pertama dan kedua tahun 2020, walau mengalami penurunan sebesar 14,32 persen, dari Rp39,85 triliun menjadi Rp34,26 triliun, namun pada kuartal ketiga dan keempat menunjukkan capaian pertumbuhan sebesar 7,66 persen menjadi Rp37,34 triliun. Artinya dari sisi investasi, industri asuransi syariah tetap sustainable dalam menghadapi sentimen Covid-19 dan isu pasca penyampaian RKPUS,” kata Erwin Noekman.

Sementara itu, tambah Erwin, untuk aset industri asuransi syariah pada akhir 2020 tercatat mengalami pertumbuhan yang cukup menggembirakan.

”Walau berada dalam sentimen pandemi dan pasca kewajiban RKPUS pada tanggal 17 Oktober 2020 lalu. Aset asuransi Syariah ditutup dengan mengalami peningkatan. Untuk asuransi jiwa syariah dengan porsi 80,98 persen atau sebesar Rp36,32 triliun, porsi Asuransi Umum Syariah juga tidak kalah bergairah dan mengalami peningkatan sebesar 13,53 persen atau Rp6,0 triliun, begitu juga dengan porsi Reasuransi Syariah yang tumbuh sebesar 4,75 persen atau naik menjadi Rp2,11 triliun pada akhir tahun 2020,” pungkas Erwin Noekman.

More Stories
Bank Net Indonesia Syariah Bersiap Melantai di Bursa