Para pembicara “Peluncuran Fitur Kesehatan Inovatif – Konsultasi dan Tebus Obat Dokter Leo” di Jakarta (25/2).

Generali Optimalkan Dokter Leo, Tebus dan Antar Obat Langsung ke Rumah

Generali Indonesia memperkenalkan fitur kesehatan terbaru yang memungkinkan nasabahnya  bisa dengan mudah melakukan tebus obat resep di Dokter Leo, di aplikasi Gen iClick.

Setelah melakukan konsultasi virtual dengan di Dokter Leo, nasabah bisa langsung menebus obat resep dan obat akan langsung dikirimkan ke rumah nasabah. Nasabah pun bisa langsung mengajukan klaim secara online. Yang lebih menarik lagi,  khusus untuk pemesanan obat resep sepanjang tahun pertama akan dibebaskan dari biaya ongkos kirim.

“Fitur tebus obat resep di Dokter Leo merupakan salah satu dari rangkaian inovasi yang terus kami hadirkan untuk mendampingi dan memberikan kemudahan bagi nasabah di segala situasi. Melalui fitur-fitur kesehatan inovatif yang semakin lengkap dan terintegrasi pada aplikasi Gen iClick ini, proses konsultasi dan pembelian obat bisa jauh lebih efektif dan efisien,” demikian diungkapkan  CEO Generali Indonesia – Edy Tuhirman dalam acara Virtual Press Briefing “Peluncuran Fitur Kesehatan Inovatif – Konsultasi dan Tebus Obat Dokter Leo” Asuransi Generali di Jakarta, Kamis (25/2).

Menurut Edy Tuhirman,  layanan ini  tetap menerapkan protokol kesehatan, sehingga akan lebih aman untuk digunakan oleh nasabah. Dengan fitur ini, nasabah tidak harus khawatir karena harus pergi ke apotek dan mengantre untuk tebus obat.  Karena semua bisa dilakukan dengan cara mudah menggunakan satu aplikasi, Gen iClick, yang hanya dengan sentuhan jari dan waktu yang singkat. Layanan kesehatan ini bisa diakses oleh nasabah Generali di seluruh Indonesia, sesuai dengan manfaat perlindungan yang dimiliki.

“Inovasi-inovasi ini menjadi bukti komitmen Generali untuk mewujudkan visi menjadi lifetime partner bagi nasabah,” demikian ujar Edy Tuhirman.

Edy Tuhirman lalu menjelaskan, Generali menyediakan fitur baru ini sebagai langkah inovatif didalam menempatkan kesehatan nasabah sebagai prioritas. Generali mengoptimalkan teknologi untuk memudahkan nasabah, karena terutama pada masa pandemi seperti sekarang ini faktor kesehatan adalah yang utama.

“Walaupun saat ini vaksin sudah mulai didistribusikan, risiko tertular Covid-19 masih tinggi. Akses kesehatan umum menjadi tantangan tersendiri pada saat kita mengalami gejala sakit. Selain tenaga medis yang sebagian besar sedang sedang dititikberatkan untuk penanggulangan infeksi Covid-19, fasilitas kesehatan umum seperti rumah sakit dan apotek, ataupun fasilitasi transportasi umum yang digunakan oleh masyarakat juga memiliki risiko,” jelas Edy.

Edy menambahkan, dengan kehadiran fitur tebus obat di Dokter Leo ini, maka akan semakin melengkapi berbagai fitur yang terintegrasi dalam aplikasi Gen iClick.

“Selain fitur kesehatan terus dikembangkan, melalui Gen iClick nasabah juga dapat mengakses informasi-informasi lainnya, seperti melihat informasi detil manfaat polis dan kinerja investasi, riwayat transaksi, melakukan perubahan polis. Seperti alokasi dana investasi, melakukan aktivasi Robo ARMS, melakukan pengajuan klaim online, melakukan pembayaran premi dan tambah data online, serta merubah data korespodensi,” papar Edy Tuhirman lagi.

Selain itu, lanjut Edy,  terdapat juga informasi lain, seperti daftar rumah sakit rekanan, akses DNA Journal yang dapat memberikan rekomendasi kesehatan yang sesuai, nutrigenomic, rancangan olahraga dan ketahanan nasabah terhadap stress dan kualitas tidur dan layanan rumah sakit cepat (discharge-button).

Menurut Edy, Generali menerapkan konsep high tech dan high touch, dimana selain menekankan pada teknologi, di waktu yang sama pihaknya juga tetap memperhatikan kemudahan dan sentuhan personal bagi nasabah.

“Ke depan Generali akan terus melakukan eksplorasi digital dan optimalisasi teknologi untuk meningkatkan layanan bagi nasabah dan menjangkau kebutuhan proteksi lebih banyak masyarakat, demikian tutup Edy Tuhirman, CEO Generali Indonesia.

More Stories
DMC Dompet Dhuafa Support Vaksinasi Gratis Anak-anak Panti Asuhan