Universitas Azzahra Wisuda 189 Mahasiswa, Mengusung Spirit “Bangkit Bersinar, Berkualitas dan Berdaya Saing Tinggi”

Universitas Azzahra Jakarta melaksanakan Wisuda XVI Program Pascasarjana, Sarjana dan Diploma Tiga Tahun Akademik 2021/2022 pada Kamis (31/3) di Puri Ardhya Garini, Jakarta.

Tercatat sejumlah 189 wisudawan mengikuti Sidang Terbuka Senat dan Guru Besar Universitas Azzahra dalam prosesi Wisuda. Jumlah wisudawan tersebut berasal dari enam Fakultas, antara lain dari Fakultas Agama Islam, Fakultas Hukum, Fakultas  Ekonomi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Teknik, Fakultas Psikologi.

Hadir secara daring dalam acara wisuda tersebut Ketua Dewan Perwakilan Daerah  RI, Ir. H. AA. La Nyalla Mahmud Mattalitti yang juga memberikan orasi ilmiah kepada segenap civitas academkca Universitas Azzahra. Kemudian Kepala LL-DIKTI Wilayah III Jakarta – Doktor Paristiyanti Nurwardani tampil memberikan sambutan.

Rektor Universitas Azzahra – Drs Syamsu A Makka MSi dalam kesempatan ini mengungkapkan, bahwa Wisuda Universitas Azzahra kali ini mengusung tema Bangkit Bersinar, Berkualitas dan Berdaya Saing Tinggi.

“Kami mengusung tema bangkit, karena masalah legalitas sudah oke, sistem  informasi kita juga sudah oke (sudah e-Campus), pelaporan sudah beres, program studi kita sudah terakreditasi semua, termasuk institusi kita terakreditasi. Artinya, secara legal kita sama, bahkan bisa lebih unggul dari Perguruan Tinggi lain. Insya Allah, Universitas Azzahra akan bangkit dan besar,” papar Syamsu.

Menurut Syamsu, Universitas Azzahra akan menjadi besar dengan mengikuti aturan dan ketentuan yang ada. “Sehingga dalam momen wisuda saat ini, kita canangkan untuk kebangkitan, kemudian kita melaksanakan pendidikan di kampus ini dengan bersih dan benar (bersinar), sehingga kita juga akan memiliki daya saing yang tinggi,” lanjut Syamsu A Makka.

Dijelaskan Syamsu, melalui manajemen yang baru, Universitas Azzahra terus melakukan pemantapan Tata Kelola Universitas, antara lain dengan meningkatkan sistem administrasi yang tertib, dalam rangka pengembangan atmosfir akademik yang kondusif. Kemudian Azzahra juga didukung oleh Sistem Informasi yang memadai dan up date perkembangan terkini. Sehingga Universitas Azzahra senantiasa menyelenggarakan program Perguruan Tinggi yang sesuai dengan standar nasional.

Syamsu lalu menjelaskan, salah satu keunggulan dari Universitas Azzahra adalah di bidang Pendidikan Ekonomi Syariah. Kampus Universitas Azzahra memiliki Program Studi mulai dari Diploma Tiga  Keuangan dan Perbankan Syariah, Strata Satu Ekonomi Syariah, dan Program Strata Dua Magister Ekonomi Syariah.

“Universitas Azzahra banyak bekerja sama dengan industri perbankan syariah, asosiasi perbankan syariah, lembaga sertifikasi profesi bank syariah, lembaga manajemen resiko, yang kesemua itu untuk turut mendukung perkembangan ekonomi syariah di Indonesia,” jelas Syamsu.

Universitas Azzahra sendiri, lanjut Syamsu, memiliki Program Magister khusus Ekonomi Syariah, yaitu Program Pascasarjana S2 Magister Ekonomi Syariah dengan gelar M.E.Sy. “Di tempat lain, biasanya masih Magister Manajemen dengan Konsentrasi Ekonomi Syariah. Kalau di kita sudah langsung Magister Ekonomi Syariah dengan gelar M.E.Sy.,” jelas Syamsu.

Sementara itu dalam Orasi Ilmiah nya, Ketua Dewan Perwakilan Daerah  RI, Ir. H. AA. La Nyalla Mahmud Mattalitti menyampaikan, bahwa Lembaga Pendidikan merupakan garda depan untuk menciptakan insan yang unggul dan berkarakter.

“Oleh karena itu, membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkarakter harus menempatkan pendidikan pada porsi terbesar,  sekaligus menyiapkan  metoda dan sistem pendidikan yang mampu menjawab tantangan dan kebutuhan jaman,” papar La Nyalla.

Lebih lanjut disampaikan La Nyalla, bahwa sumber kemakmuran di masa depan, tidak lagi terdapat pada seberapa besar sumber daya alam yang tersedia, karena pada akhirnya sumber daya alam akan habis. Namun kita lebih membutuhkan keunggulan kompetitif dari masing-masing sumber daya manusia tersebut.

“Karena itu Indonesia harus mampu dan siap menyongsong perubahan global,  dimana keunggulan sumber daya alam digantikan dengan keunggulan sumber daya manusia,” demikian ungkap La Nyalla Mahmud Mattalitti.