Tercatat UUS BTN sepanjang tahun 2022 berhasil meraih laba sebesar Rp 333,58 miliar, atau bertumbuh sampai 80,12% dibandingkan laba tahun 2021 yang sebesar Rp 185,2 miliar.
Menurut Direktur Utama Bank BTN – Haru Koesmahargyo, kenaikan laba bersih UUS Bank BTN ini ditopang oleh peningkatan pembiayaan syariah dan perbaikan kualitas pembiayaan.
Haru Koesmahargyo lalu memaparkan, bahwa pembiayaan syariah tumbuh sebesar 14,79% yoy menjadi Rp33,62 triliun dan Non Performing Financing (NPF) gross turun 101 bps yoy menjadi 3,31% per tanggal 31 Desember 2022.
Kemudian untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) UUS Bank BTN, lanjut Haru, juga tercatat mengalami peningkatan, yaitu sebesar 18,38% yoy, dengan nilai sebesar Rp34,64 triliun per 31 Desember 2022.
- Kembangkan Ekosistem Pembayaran Digital, Bank Muamalat Raih Penghargaan
- BCA Syariah dan Masjid Istiqlal Bersinergi Tingkatkan Inklusi Keuangan Syariah Lewat #BSyaInfak
- Meriahkan Iduladha 1447 H, Bank Muamalat Hadirkan Semarak Qurban Muamalat 2026
- Fitur Unggulan Muamalat DIN Topang Transaksi Nasabah Selama Ramadan
Sehingga dengan kenaikan tersebut, jelas Haru, aset dari UUS Bank BTN meningkat 18,18% yoy menjadi Rp45,33 triliun per akhir tahun 2022.

