Sejalan dengan visi menjadi bank syariah terdepan dan modern, BSM melakukan transformasi bisnis, organisasi dan culture. Transformasi bisnis meliputi perbaikan bisnis proses dan sistem IT, selain terus fokus pada sektor unggulan yang menjadi target market BSM.

Hal tersebut diungkapkan SEVP Retail Banking BSM – Niken Andonowarih kemarin, Rabu (26/10/2016) dalam perbincangannya dengan media massa di Jakarta.
“Untuk tahun 2016 ini, dan juga di 2017, kami akan fokus kepada produk dana, produk tabungan haji dan umroh dan tabungan BSM. BSM juga akan lebih masuk mendukung ke arah produk-produk ritel seperti produk Gadai dan Cicil Emas. Kami juga memperkuat pembiayaan mikro, pembiayaan griya dan juga pembiayaan pensiun. Itu adalah perkembangan BSM sampai dengan akhir tahun 2016 ini, dan mungkin tahun 2017 akan dilanjutkan,” jelas Niken.
- Dua Tahun Berturut-turut, Muamalat DIN Raih Reader’s Choice Best Sharia Mobile Banking
- CIMB Niaga Gelar Sustainability Masterclass, 20 Jurnalis Indonesia Siap Berkontribusi Aksi Keberlanjutan
- Kembangkan Ekosistem Pembayaran Digital, Bank Muamalat Raih Penghargaan
- BCA Syariah dan Masjid Istiqlal Bersinergi Tingkatkan Inklusi Keuangan Syariah Lewat #BSyaInfak
Pada kesempatan yang sama, SEVP Finance dan Strategy BSM – Ade Cahyo Nugroho mengatakan, untuk tahun depan BSM menargetkan pertumbuhan pembiayaan ritel, termasuk pembiayaan segmen mikro tumbuh di kisaran 10%-12% secara tahunan.
“Kami mengupayakan dengan terus menerus melakukan penyempurnaan sistem dan perbaikan kualitas pembiayaan,” demikian jelas Ade Cahyo Nugroho.

