Potensi penetrasi keuangan syariah dalam perekonomian masih sangat besar. Perlu dukungan dari seluruh pihak, tidak hanya pemerintah, agar keuangan syariah dapat memaksimalkan potensinya mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Hal tersebut diungkapkan Menteri Keuangan R.I. – Sri Mulyani Indrawati saat membuka 3rd Indonesia Sharia Economic Festival di Surabaya, akhir pekan lalu.
“Keuangan syariah memiliki potensi besar. Dari sisi karakternya, dapat menciptakan pembangunan bersifat inklusif dan prudent. Namun, perlu didukung oleh seluruh pihak agar semuanya dapat memanfaatkan momentum yang ada,” ungkap Sri Mulyani dalam momen acara tersebut.
Menurut Sri Mulyani, meskipun ekonomi syariah berperan besar dalam pembangunan nasional, namun ukuran ekonomi syariah di Indonesia tergolong sangat kecil jika dibandingkan ekonomi nasional secara keseluruhan, yaitu hanya sebesar 2,6 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
- Dua Tahun Berturut-turut, Muamalat DIN Raih Reader’s Choice Best Sharia Mobile Banking
- CIMB Niaga Gelar Sustainability Masterclass, 20 Jurnalis Indonesia Siap Berkontribusi Aksi Keberlanjutan
- Kembangkan Ekosistem Pembayaran Digital, Bank Muamalat Raih Penghargaan
- BCA Syariah dan Masjid Istiqlal Bersinergi Tingkatkan Inklusi Keuangan Syariah Lewat #BSyaInfak
“Perbankan syariah, meskipun ada 13 bank umum syariah, 21 unit usaha syariah, dan 163 bank pembiayaan rakyat syariah, asetnya Rp314 triliun, seperti (nya) banyak. Tapi jika dibandingkan dengan ekonomi Indonesia yang mencapai Rp15.000 triliun, angka tersebut sangat kecil,” lanjut Sri Mulyani.
Lebih lanjut dijelaskan Sri Mulyani, Pemerintah berencana untuk terus mendukung perkembangan instrumen, lembaga keuangan, serta perekonomian berbasis syariah. Di sisi lain, pengetahuan masyarakat akan ekonomi berbasis syariah juga perlu ditingkatkan.
“Usaha pemerintah hanya mampu menghasilkan suatu hasil yang baik apabila didukung oleh masyarakat yang makin memiliki kesadaran dan literasi/kemampuan memahami instrumen-instrumen berbasis syariah,” demikian Sri Mulyani, Menteri Keuangan R.I.

