Fokus Segmen Ritel, Pembiayaan BSM Tumbuh Positif Triwulan I 2016

[sc name="adsensepostbottom"]

Di tengah ekonomi yang masih melambat, pada tahun 2015 dan awal 2016, BSM mampu mencatat pertumbuhan yang positif dari sisi pembiayaan. Secara umum, pembiayaan BSM per Maret 2016 sebesar Rp50,77 triilun, meningkat dibandingkan posisi Maret 2015 yang sebesar Rp48,8 triliun.

biaya-BSM-300x172-1Untuk sisi pembiayaan ini, BSM juga memfokuskan bisnisnya pada segmen ritel. Seperti yang diutarakan Direktur Finance and Strategi BSM – Agus Dwi Handaya, bahwa strategi fokus pada segmen retail ini dilakukan, dengan melihat segmen ekonomi Indonesia yang mayoritas di segmen mikro, kecil dan menengah, dan potensi dari populasi penduduk Islam di Indonesia yang mencapai 90%.

Faktanya, pembiayaan gadai dan cicil emas, pembiayaan pensiun, dan pembiayaan BSM Griya mendapat sambutan yang positif dari masyarakat. Penjualan produk tersebut, di tengah perekonomian yang masih lambat, tahun 2015 dan awal 2016 menunjukkan kinerja yang cukup baik.

Gadai dan cicil emas sebagai salah satu produk unggulan BSM mencatatkan kinerja yang sangat signifikan. Per Maret 2016 outstanding pembiayaan gadai BSM mencapai Rp1,37 triliun atau naik 16,32% dibandingkan periode Maret 2015 sebesar Rp1,18 triliun.
Adapun cicil emas BSM pada Maret 2016 Rp296 miliar atau naik sekitar 51% dibandingkan posisi Maret 2015 yang sebesar Rp196 miliar.

BSM Griya juga masih mencatatkan pertumbuhan yang baik. Pembiayaan Griya BSM per Maret 2016 mencapai Rp9,2 triliun atau naik dibanding periode Maret 2015 yang sebesar Rp9,04 triliun.

Untuk BSM Griya, BSM memberikan pembiayaan untuk rumah tapak dan apartemen baik baru maupun rumah second. BSM memang menyasar pembiayaan rumah dengan kisaran harga Rp500-750 juta.

BSM sendiri per Maret 2016 merupakan bank syariah satu-satunya yang sudah bisa masuk ke BUKU III dengan modal inti Rp5,423 triliun.

Setelah upaya konsolidasi memokuskan pada recovery sepanjang tahun 2015, pada Maret 2016 BSM membukukan laba Rp75,72 miliar, atau naik dibandingkan laba per Maret 2015 yang sebesar Rp51,63
miliar.

Dan dari sisi permodalan, BSM masih cukup kuat dengan posisi Capital to Adequate Ratio per Maret 2016 sebesar 13,39%.

[sc name="fblike"]