Jakarta, MySharing – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang solid. Hingga akhir 2025, total DPK mencapai Rp45,5 triliun, meningkat 9,0% secara year on year.
Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi mengatakan, kenaikan DPK tersebut mencerminkan tingkat kepercayaan nasabah kepada pionir bank syariah di Indonesia ini yang tetap terjaga dengan baik.
Bank Muamalat menerapkan strategi untuk terus meningkatkan perolehan DPK khususnya dana murah, di antaranya menghadirkan Program Rindu Haji (Rincian Dana untuk Haji).
Penawaran spesial ini merupakan apresiasi bagi nasabah yang berkomitmen menabung untuk persiapan ibadah haji.
Melalui Program Rindu Haji, nasabah dapat menabung dana haji secara terencana dan sesuai syariah, sekaligus memberikan berbagai hadiah menarik.
- BCA Syariah Catat Pertumbuhan Aset 17,2% YoY, Perkuat Dampak via Inisiatif Sahabat Berkahmu
- Bank Muamalat Gelar Silaturahmi dan Diskusi bersama Para Jurnalis Medan
- Sinergi BPKH dan Bank Muamalat Perluas Akses Layanan Haji Berbasis Digital
- BPKH dan Bank Muamalat Perkuat Ekosistem Haji Nasional, Perluas Layanan Digital dan Dorong Pertumbuhan Bisnis Syariah
Program ini berlangsung sejak 9 Februari dan akan berakhir pada 31 Desember 2026.
“Kami memudahkan nasabah merencanakan ibadah haji ke Tanah Suci dengan menabung secara disiplin dan teratur. Selain bermanfaat untuk perencanaan keuangan, nasabah juga berkesempatan meraih grand prize di antaranya satu paket perjalanan umrah bersama pasangan atau keluarga,” ujar Ricky.
Bank Muamalat berharap Program Rindu Haji tidak hanya membantu calon jemaah mempersiapkan dana haji secara disiplin, tetapi juga menguatkan motivasi dengan adanya hadiah langsung dan kesempatan umrah.
“Kami percaya setiap langkah yang diambil sedini mungkin, akan mampu mewujudkan kerinduan dan membawa semakin dekat pada perjalanan terindah di Tanah Suci,” pungkas Ricky.

