BTPN Syariah Catat Kinerja Positif Semester I 2019

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPN Syariah) di semester pertama 2019, berhasil mencatatkan pertumbuhan pembiayaan yang sehat sebesar 24%, menjadi Rp 8,54 Triliun dari Rp 6,87 Triliun pada periode yang sama tahun 2018.

Kinerja positif tersebut dipaparkan dalam keterangan pers BTPN Syariah baru-baru ini di Jakarta.

Pertumbuhan ini turut sejalan dengan kemampuan bank menjaga kualitas kredit yang tercermin pada tingkat rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) sebesar 1,34%m atau turun dibandingkan periode yang sama sebelumnya sebesar 1,65% (year on year).

Menurut Direktur Utama BTPN Syariah – Ratih Rachmawaty, pertumbuhan yang sehat serta berkelanjutan ini adalah buah dari konsistensi perusahaan untuk fokus  untuk melayani keluarga prasejahtera produktif sejak tahun 2010.

“Kami terus fokus melayani keluarga prasejahtera produktif Indonesia. Bersama-sama, kami mengupayakan agar mimpi dan niat baik nasabah dapat terwujud lebih cepat dengan cara yang tepat,” jelas Ratih Rachmawaty.

Hingga periode semester pertama 2019 ini, total aset BTPN Syariah tumbuh 30% menjadi Rp 13,94 triliun dari  Rp 10,73 triliun di semester pertama 2018. Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 8,88 triliun atau tumbuh 27% dari Rp 7,02 triliun pada periode yang sama tahun 2018 lalu.

Sementara itu, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) berada di posisi 39,4%, dan laba bersih setelah pajak (NPAT) mencapai Rp 610 miliar atau tumbuh 36% dibandingkan periode yang sama di tahun 2018 senilai Rp 449 miliar. BTPN Syariah juga berhasil meningkatkan efisiensi dalam mengoperasikan bisnis, di mana beban operasional terhadap pendapatan operasional sebesar 60,4%, lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya 62,9%.