Ponorogo, MySharing – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk bersama Baitulmaal Muamalat (BMM) berkomitmen meningkatkan keterampilan penyandang disabilitas lewat Program Pemberdayaan Difabel Batik Ciprat Karangpatihan di Ponorogo, Jawa Timur.
Langkah ini dilakukan melalui proses pemetaan kebutuhan, pendampingan produksi, maupun peningkatan kapasitas teknis. Selain itu, penguatan pemasaran dan pembinaan spiritual menjadi bagian penting dari suksesnya program ini.
Direktur Eksekutif BMM Tegar Sangga Barkah mengatakan, keterampilan membatik adalah salah satu potensi yang dimiliki para penyandang disabilitas. Melalui pelatihan yang solutif dan kreatif, pihaknya berharap dapat menumbuhkan semangat mereka untuk terus berkarya di masyarakat.
“Desa Karangpatihan dikenal sebagai “Kampung Difabel” dengan potensi besar dalam pengembangan batik ciprat. Dengan menyasar penyandang disabilitas tunagrahita yang aktif berkarya bersama pendamping di Rumah Harapan, kami yakin program ini dapat membuka ruang untuk terciptanya pemberdayaan ekonomi yang inklusif,” ujar Tegar.
- CIMB Niaga Launching Preferred BOSS di Wealth Xpo 2026, Solusi Terintegrasi Pengusaha Mengembangkan Bisnis dan Kelola Kekayaan
- Sinergi Bank Muamalat dan RS PMI Bogor Perkuat Keuangan Syariah dan Gerakan Sosial
- Jumlah Peserta DPLK Syariah Muamalat Terus Meningkat
- CIMB Niaga Luncurkan OCTO Arena di Jakarta, Perluas Pengalaman Lifestyle Padel Nasabah dan Masyarakat
Aktivitas sosial ini dirancang selama satu tahun dengan rangkaian pelatihan dan pendampingan yang intensif. Tujuannya tidak hanya meningkatkan keterampilan produksi, tetapi juga memperkuat kapasitas usaha, kualitas produk, serta daya saing Batik Ciprat Karangpatihan di pasar yang lebih luas.
Tegar menyebut, pemberdayaan ekonomi untuk difabel menjadi bukti bahwa kebermanfaatan distribusi ZISWAF dapat dirasakan secara merata oleh seluruh kalangan. “Semoga karya batik dari pengrajin difabel, khususnya kelompok tunagrahita, dapat bersaing di pasar yang lebih luas guna meningkatkan kemandirian ekonomi,” ujarnya.
Hadirnya Program Pemberdayaan Difabel Batik Ciprat Karangpatihan menegaskan komitmen Bank Muamalat dan BMM dalam membangun model pemberdayaan ekonomi yang inklusif dan adaptif bagi penyandang disabilitas. Dukungan kepada difabel menjadi strategis untuk memberikan kesempatan yang sama dalam kehidupan bermasyarakat khususnya akses pekerjaan dan kemandirian finansial.

