Para pembicara Konferensi Pers AAJI di Jakarta (14/9).

AAJI: Asuransi Jiwa Menyumbang Stabilitas Perekonomian dan Pembangunan

Industri asuransi jiwa solid dalam mendukung perekonomian nasional saat terjadinya perlambatan ekonomi dalam beberapa semester terakhir.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Dewan Pengurus AAJI – Budi Tampubolon saat Konferensi Pers Kinerja AAJI Semeseter I 2021 di Jakarta, Selasa (14/6).

Menurut Budi Tampubolon, industri asuransi jiwa telah mendukung berbagai agenda penting pemerintah di beberapa sektor pembangunan lewat kegiatan investasinya.

“Di tiga tahun terakhir industri asuransi jiwa terus mendukung stabilitas pasar modal dan akselerasi pembangunan infrastruktur yang dicanangkan pemerintah lewat penempatan investasi di pasar modal dan SBN. Kami berharap dukungan kami itu jadi sumbangsih industri dalam memperkuat momen pemulihan ekonomi Indonesia saat ini,” jelas Budi.

Menurut Budi, industri asuransi jiwa akan terus berkomitmen untuk mengalokasikan dana kelolanya di berbagai instrumen investasi. Diantaranya, saham, reksadana dan Surat Berharga Negara (SBN). Tercatat, total investasi industri asuransi jiwa mengalami pertumbuhan sebesar 14,7% dibandingkan semester I 2020. Nilai totalnya mencapai Rp 510,49 triliun pada semester I tahun ini.

Budi menjelaskan, investasi yang disalurkan melalui instrumen saham dan reksadana tumbuh sebesar 26% atau senilai Rp 144,79 triliun dan 15,9% atau Rp 167,58 triliun dibandingkan semester satu tahun lalu. Porsi kontribusi dua jenis instrumen tersebut meningkat, masing-masing menjadi 28,4% dan 32,8% dari total investasi industri asuransi jiwa di semester satu tahun ini.

AAJI menjelaskan bahwa kenaikan kontribusi pada portofolio saham disebabkan oleh kondisi pasar modal Indonesia yang makin kondusif di semester I 2021. Kondisi tersebut ditandai oleh membaiknya IHSG sebesar 22%, jika dibandingkan dengan periode sama di 2020.

Sementara itu, instrumen SBN juga menerima alokasi investasi dari industri asuransi jiwa yang tak kalah besar. Portofolio investasi industri di SBN mengalami peningkatan dari Rp 79,01 triliun di semester I 2020 menjadi Rp 94,79 triliun di periode sama tahun ini. Angka terakhir tersebut setara dengan 18,6 persen dari total investasi yang dialokasikan oleh para perusahaan anggota AAJI.

Budi Tampubolon juga menjelaskan komitmen industrinya dalam memperkuat langkah pemerintah mengelola Pandemi Covid-19 selama ini. Menurutnya, klaim serta manfaat yang telah dibayarkan oleh industri asuransi jiwa sejak awal pandemi hingga Juni tahun 2021 ini telah mencapai sekitar Rp. 3,74 triliun untuk jenis klaim tersebut.

Meski tekanan ekonomi yang muncul akibat adanya pandemi, diakui Budi berimbas ke juga ke industri ini sejak tahun lalu, namun pelaku usaha tetap berkomitmen penuh dalam penciptaan lapangan kerja. Hingga Juni lalu, industri asuransi jiwa mampu menjadi rumah bagi sekitar 20 ribu karyawan dan lebih dari 600 ribu pemasar dari berbagai kalangan masyarakat.

“Pencapaian positif industri saat ini tidak dapat dicapai tanpa adanya kerja keras karyawan dan pemasar asuransi jiwa. Kami sangat berterimakasih kepada para pejuang industri asuransi jiwa. Untuk mengapresiasi para pejuang industri yang berprestasi, kami akan kembali mengadakan Top Agent Award. Rencananya akan dilaksanakan di 23 September ini,” jelas Budi.

Di akhir keterangannya, Budi mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga kinerja positif industrinya yang hadir di semester satu tahun ini. Beberapa prasyarat regulasi dan kolaborasi pemangku kepentingan industri, menurutnya bisa jadi kunci keberhasilan.

Budi menjelaskan, bahwa asosiasinya mengharapkan Pemerintah dan regulator industri senantiasa memperkuat ekosistem dan mendukung peran positif-sistemik dari industrinya ke perekonomian. Diantaranya lewat pengaturan dan penciptaan iklim yang mendukung pertumbuhan positif mulai dari lini pendapatan lewat relaksasi kebijakan PAYDI, perlindungan konsumen lewat Lembaga Penjamin Polis, insentif perpajakan, insentif investasi melalui alokasi SBN hingga insentif pengembangan produk asuransi berbasis digital di industri asuransi jiwa.

“Kami berharap para pembuat kebijakan akan terus mendorong industri asuransi jiwa berada di zona positif. Semua pelaku industri kami memiliki komitmen jangka panjang dalam mendukung stabilitas perekonomian. Dengan sedemikian besarnya dana kelola yang kami upayakan terus berada dalam pasar modal dan SBN, membuat industri asuransi jiwa makin memliki dampak yang positif dan sistemik ke perekonomian. Mudah-mudahan kita jadi makin tangguh dan mampu selalu memberi sumbangsih besar bagi kemajuan Indonesia,” demikian tutup Budi Tampubolon.

 

 

 

More Stories
Laznas BSMU Tingkatkan Literasi Syariah ke Millenial