BTPN Syariah Catat Pertumbuhan Bisnis yang Sehat Selama Tahun 2019

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah, Tbk, ( BTPN Syariah) mencatat pertumbuhan kinerja bisnis yang sehat selama tahun 2019. Per 31 Desember 2019, BTPN Syariah tercatat berhasil membukukan pembiayaan senilai Rp 9 triliun, atau tumbuh 23,7% dibanding periode yang sama tahun 2018 yang masih sebesar Rp 7,3 triliun.

Selain pembiayaan yang tumbuh cukup signifikan, bank umum syariah satu ini juga mencatat laba bersih sebesar Rp 1,4 triliun di tahun 2019, yang naik pesat sebesar 45% dibanding tahun  2018.

Selain karena fokus menggarap segmen prasejahtera produktif, pertumbuhan positif ini turut ditopang oleh digitalisasi di setiap lini proses yang dimulai sejak 2018, baik di kantor pusat maupun di lapangan. Bank juga telah merancang proses otomatisasi yang mudah untuk mendukung produktivitas tim di lapangan dalam melayani nasabah. Selain itu, digitalisasi juga mampu mengoptimalkan fungsi jaringan kantor.  Sehingga selama 2019, rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional tercatat turun menjadi 58,1 persen, lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 62,4 persen.

“Digitalisasi menjadi upaya bersama untuk mencapai efisiensi. Pada 2019 seluruh tim di lapangan telah menggunakan aplikasi untuk melayani nasabah prasejahtera produktif. Selain itu tim juga dilengkapi dengan aplikasi pelatihan internal dan apllikasi layanan pendukung lainnya. Dengan dukungan digitalisasi tersebut maka proses layanan kepada nasabah menjadi lebih cepat dan tepat,” kata Arief Ismail,”  papar Direktur Kepatuhan BTPN Syariah – Arief Ismail dalam keterangan tertulis BTPN Syariah, hari ini, Kamis (5/3).

Dijelaskan Arief,  tercapainya pertumbuhan pembiayaan BTPN Syariah  yang positif sepanjang tahun 2019 tersebut  juga didukung tingkat permodalan dan likuiditas yang memadai dengan rasio kecukupan modal sebesar 44,7% atau jauh di atas ketentuan minimum yang ditetapkan regulator, dan Financing to Deposit Ratio (FDR) berada di posisi sehat sebesar 95,3%

Sementara itu untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) BTPN Syariah selama tahun 2019, papar Arief, juga tumbuh sebesar 24,1%, mencapai Rp9,4 triliun dibanding posisi Desember 2018 sebesar Rp7,6 triliun.Sementara itu laba bersih setelah pajak (NPAT) mencapai Rp1,4 triliun atau tumbuh 45%. Adapun kenaikan total aset BTPN Syariah menembus 27,8% dari Rp12,0 triliun pada akhir 2019 menjadi Rp15,4 triliun.