Di tengah situasi ekonomi nasional yang masih mengalami perlambatan, BRI Syariah tetap mampu membukukan kinerja bisnis yang positif, antara lain mencatat pertumbuhan aset sebesar 17,56%.
Direktur Utama BRI Syariah – Moch Hadi Santoso merespon dengan positif kinerja bank umum syariah yang dipimpinnya pada triwulan I 2017.
“Pencapaian kinerja BRI Syariah pada triwulan I tahun 2017 secara umum masih sesuai dengan target perusahaan yang telah ditetapkan. Ditengah kondisi perekonomian yang masih fluktuatif, BRISyariah masih mencatatkan kinerja positif dimana pada triwulan I 2017 ini perseroan membukukan aset sebesar Rp.28,51 Triliun yang secara year-on-year meningkat sebesar 17,46% apabila dibandingkan triwulan I tahun sebelumnya yang sebesar Rp.24,27 Triliun,” jelas Hadi Santoso dalam keterangan pers BRI Syariah yang diterima MySharing kemarin (26/4/2017).
Menurut Hadi Santoso, dengan ketatnya persaingan industri perbankan terutama perbankan syariah, tentunya untuk bisa survive dibutuhkan strategi yang pas dan sesuai dengan perkembangan pasar pada saat ini. Strategi BRI Syariah menghadapi tahun 2017 diantaranya adalah selaras dengan program pemerintah dengan tetap menyalurkan pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) serta penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah.
- Dua Tahun Berturut-turut, Muamalat DIN Raih Reader’s Choice Best Sharia Mobile Banking
- CIMB Niaga Gelar Sustainability Masterclass, 20 Jurnalis Indonesia Siap Berkontribusi Aksi Keberlanjutan
- Kembangkan Ekosistem Pembayaran Digital, Bank Muamalat Raih Penghargaan
- BCA Syariah dan Masjid Istiqlal Bersinergi Tingkatkan Inklusi Keuangan Syariah Lewat #BSyaInfak
“Kontribusi peningkatan Aset BRI Syariah masih bertumpu pada penyaluran Pembiayaan, dimana Pembiayaan yang dibukukan padaTW I 2017 adalah sebesar Rp.17,98 Triliun atau secara year-on-year meningkat sebesar 6,45% apabila dibandingkan Triwulan I tahun sebelumnya yang sebesar Rp.16,89 Triliun. Segmentasi pembiayaan yang menjadi fokus penyaluran masih pada segmen mikro dan konsumer, serta tetap mendorong segmen lainnya untuk terus berkembang,” demikian imbuh Hadi Santoso.
Dalam penghimpunan dana, pada TW I 2017 BRI Syariah telah menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp.23,01 Triliun atau meningkat sebesar 13,45% secara year-on-year dimana DPK TW I 2016 sebesar Rp.20,28 Triliun. Secara rinci, berturut-turut DPK yang mengalami pertumbuhan yaitu Giro meningkat 28,30%, Tabungan meningkat 18,92% serta Deposito meningkat 10,80% secara year-on-year.
Sementara, realisasi Laba perseroan sebelum pajak pada TW I 2017 tercatat sebesar Rp.45,39 Miliar. BRI Syariah masih memiliki ruang untuk melakukan ekspansi pembiayaan yang tercermin pada Capital Adequacy Ratio (CAR) yang berada diangka 21,14%.
Hadi menambahkan, “Disisi lain pembiayaan value chain BUMN dan industri terkait infrastruktur menjadi bidikan. Kerjasama dengan berbagai instansi pemerintah pun menjadi sasaran di Tahun 2017 untuk digarap. Selain strategi tersebut diatas tentunya beberapa modifikasi terhadap produk yang sudah ada ataupun peluncuran produk baru menjadi opsi tambahan selain dengan terus meningkatkan sinergi dengan induk perusahaan (Bank BRI).”
“Peningkatan teknologi terus dilakukan terhadap produk-produk yang telah ada untuk meningkatkan layanan terhadap nasabah. Peningkatan terhadap layanan haji terus dioptimalkan serta memberikan kemudahan akses bagi calon jamaah haji terkait penukaran Saudi Arabia Riyal (SAR) untuk kebutuhan selama menunaikan ibadah Haji,” demikian pungkas Moch. Hadi Santoso.

