Alokasi Pembiayaan Syariah untuk Jepara Lebih Besar

Jepara dikenal sebagai daerah basis muslim terbesar yang diharapkan pertumbuhan ekonominya di atas 5,1 persen.

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB Kemenkop dan UMK) mengalokasikan pembiayaan dengan pola syariah sebesar Rp 600 miliar untuk disalurkan kepada mitra binaan di seluruh Indonesia.

Direktur LDPB Kemenkop dan UKM Kemas Daniel  menjanjikan alokasi pinjaman syariah untuk Jepara lebih besar. Karena menurutnya, Jepara dikenal sebagai salah satu daerah dengan basis muslim terbesar. Dia berharap dengan bantuan dana stimulus dari pemerintah ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, serta menekan angka pengangguran dan kemiskinan.

“Dengan datangnya kami ke Jepara ada pertumbuhan ekonomi, agar angka pengangguran dan kemiskinan ditekan, dan pertumbuhan ekonomi 5,1 persen nasional. Diharapkan Jepara bisa di atas 5,1 persen,” ujar Kemas pada acara Pengarahan dan Sosialisasi LPDB-Kemenkop dan UKM di KJSK-BMT Alhikmah, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (14/1).

Kemas menegaskan, bahwa tingkat kredit macet (non performing loan/NPL) LPDB-KUMKM masih di bawah 1 persen. Tahun 2016 NPL sudah turun menjadi 0,44 persen dari sebelumnya 0,47 persen. Dengan NPL yang rendah dapat mendorong pemerintah menambah alokasi dana bergulir.

“Kenapa NPL kami bagus, karena angsuran lancar. Dengan lancar mengembalikan dana bergulir maka NPL kecil. Kalau bagus pemerintah akan tambah modal, sehingga kami juga bisa tambah modal kepada bapak-ibu semuanya,” tukas pria yang hobinya bernyanyi itu.

Ketua Perhimpunan BMT Indonesia MPD Jepara Yasir Khalid berharap LPDB dapat memberikan prioritas pinjaman kepada KUMKM Jepara, yang menjadi mitra mereka. Karena sudah barang tentu kehadiran Kemas di Jepara ini akan mampu memotivasi mitra dalam meningkatkan usahanya.

“Ini merupakan suatu istimewa Pak Kemas datang ke kita, mudah-mudahan kedatangannya berdampak positif. Jepara kita harapkan jadi prioritas karena beliau bersedia datang ke sini, jadi ini kesempatan istimewa,” ungkap Yasir disambut tepuk tangan peserta.

Ia menyampaikan bahwa selama ini pendanaan KSPPS sebagian besar masih bersumber dari perbankan. Harapannya untuk ke depan kerjasama KSPPS dengan LPDB dapat terjalin baik sehingga mitranya dapat mengakses pinjaman dana bergulir untuk kepentingan peningkatan kapasitas usaha mereka.

“Integritasnya tidak perlu diragukan karena kita saling tolong menolong, itu dari semua sisi. Itu yang langka. Jadi baik pengembangan SDM kita saling gotong-royong, sharing bersama. Kemudian permodalan kalau kekurangan ada yang lebih kita bantu. Sehingga kita tahu persis keadaan teman-teman di perhimpunan ini,” katanya.

Dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Jepara, selain menghadiri acara pengarahan dan sosialisasi, Dirut LPDB, Kemas Danial juga berkesempatan mengunjungi salah satu Bank Pengkreditan Rakyat (BPR) di wilayah tersebut. Kemas ingin melihat langsung bagaimana aktifitas KUR

“Ke BPR kami ingin melihat UKM BPR. Karena BPR ini konvensional ya, kita ingin membandingkan bagaimana pertumbuhan BMT dengan konvensional di daerah. Saya ingin melihat berapa persen konvensional, berapa persen syariah,” tutup Kemas.