Para Direksi Bank Syariah Bukopin usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa hari ini (13/12/2016) di Kantor Pusat Salemba, Jakarta.

Bank Syariah Bukopin Dapat Suntikan Modal Rp 100 Miliar

Bank Syariah Bukopin hari ini Selasa (13/12/2016) melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Kantor Pusat Bank Syariah Bukopin, Salemba, Jakarta. RUPSLB tersebut telah menyetujui penambahan modal sebesar Rp100 miliar.

Para Direksi Bank Syariah Bukopin usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa hari ini (13/12/2016) di Kantor Pusat Salemba, Jakarta.

Demikian hal tersebut diungkapkan Direktur Utama BSB – Riyanto usai acara RUPSLB tersebut.

“Tujuan adanya penambahan modal tersebut adalah untuk mendukung rencana pengembangan usaha dengan membiayai kegiatan usaha dan atau investasi Perseroan bila diperlukan yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah,” jelas Riyanto.

Menurut Riyanto, kinerja keuangan Perseroan pada 5 (lima) tahun terakhir, yaitu tahun 2011 – 2015 menunjukkan perkembangan yang baik, terlihat dari pertumbuhan rata-rata (selama 5 tahun tersebut) aset sebesar 21,07% per tahun, pembiayaan sebesar 22,81% per tahun, dan dana pihak ketiga sebesar 20,08% per tahun, sedangkan pertumbuhan pada Juni 2016 secara year on year (yoy), yaitu aset sebesar 24,39%, pembiayaan sebesar 24,99%, dan dana pihak ketiga sebesar 28,02%.

“Perkembangan kinerja keuangan Perseroan pada bulan November 2016 dibandingkan dengan bulan November 2015 juga menunjukan perkembangan yang semakin baik terlihat dari pertumbuhan asset sebesar 15,11% menjadi Rp6,17 triliun, pembiayaan sebesar 13,82% menjadi Rp4,78 triliun, dan dana pihak ketiga sebesar 14,47% menjadi Rp4,98 triliun,” papar Riyanto.  Sementara itu, laba per November naik 63,54% naik Rp56,57 miliar. Posisi rasio kecukupan modal (CAR) Perseroan pada tanggal 30 November 2016 sebesar 15,07%.

Perseroan ke depan, lanjut Riyanto, dalam mencapai pertumbuhan usaha yang berkesinambungan, strategi pengembangan Bank Syariah Bukopin akan fokus dalam pembiayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan pembiayaan tertahap segmen-segmen tertentu; pengembangan SDI, peningkatan kualitas pelayanan baik dalam bisnis proses maupun jaringan outlet, peningkatan risk management & internal control serta peningkatan operasional & Pengembangan IT.

“Kami juga berupaya keras untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah sehingga nasabah merasa puas akan layanan yang telah diberikan,” jelas Riyanto lagi. Dalam percepatan pertumbuhan bisnis karena keterbatasan outlet yang ada, BSB bekerja sama PT. Bank Bukopin, Tbk. dalam bentuk pemanfaatan kantor PT Bank Bukopin, tbk. sebagai kantor layanan syariah dengan konsep Layanan Syariah Bank (LSB). LSB ini memberikan layanan transaksi serta pemasaran produk dan jasa BSB. Hingga saat ini, outlet BSB berjumlah 102 yang terdiri atas 12 kantor cabang (kc), 7 kantor cabang pembantu (kcp), 4 kantor kas (kk), 5 mobil kas keliling, 74 layanan syariah bank (lsb) dan ada 30 atm milik BSB.