Meski kondisi makro perekonomian di tanah air masih terus melambat sepanjang tahun 2015, namun BNI Syariah tetap mampu mempertahankan kinerja positif pembiayaannya sepanjang tahun 2015 ini.

Hal tersebut diungkapkan Risk & Compliance Director BNI Syariah – Acep R. Jayaprawira kemarin (29/12/2015) di Depok, Jawa Barat, di sela-sela kegiatan peresmian kantor baru BNI Syariah Cabang Depok.
[bctt tweet=” Pembiayaan konsumtif BNI Syariah 37,1%, diikuti pembiayaan produktif UKM 22,56% @BNISyariah”]
- Dua Tahun Berturut-turut, Muamalat DIN Raih Reader’s Choice Best Sharia Mobile Banking
- CIMB Niaga Gelar Sustainability Masterclass, 20 Jurnalis Indonesia Siap Berkontribusi Aksi Keberlanjutan
- Kembangkan Ekosistem Pembayaran Digital, Bank Muamalat Raih Penghargaan
- BCA Syariah dan Masjid Istiqlal Bersinergi Tingkatkan Inklusi Keuangan Syariah Lewat #BSyaInfak
“Dari total pembiayaan sebesar itu, portofolionya mencakup pembiayaan konsumtif sebesar 37,1%, diikuti pembiayaan produktif UKM 22,56%, pembiayaan komersial 15,68%, pembiayaan mikro 5,86%, dan pembiayaan kartu Hasanah (Hasanah Card) sebesar 2,20%,” jelas Acep.
Acep lalu menambahkan, kualitas pembiayaan BNI Syariah juga tetap terjaga dengan baik sepanjang tahun 2015.
“Pencapaian kinerja bisnis tersebut dengan tetap menjaga kualitas pembiayaan kami, yang dibuktikan dari NPF (Non Performing Financing) per November 2015 sebesar 2,29%. Masih jauh dari ambang batas yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” demikian ungkap Acep R. Jayaprawira – Risk & Compliance Director BNI Syariah.

