Praktisi ekonomi syariah - Dr Irfan Syauqi Beik

Riba Amnesti Dilihat dari Prespektif Allah SWT

Allah SWT telah memberikan peluang mendapatkan amnesti, manakala kita menunjukkan kesungguhan untuk keluar dari sistem ekonomi riba.

Dalam sebuah seminar nasional bertajuk “Riba Amnesty Merupakan Jalan Menuju Keselamatan Umat,” yang digelar di Universitas Trisakti, Jakarta, Selasa (25/10), ada seorang peserta yang bertanya “Pemerintah sedangkan galakan program pengampunan pajak (tax amnesty), lalu mengapa harus latah menggagas kampanye Riba Amnesty?”.

Pembicara seminar yakni Kepala Pusat Studi Bisnis dan Ekonomi Syariah/CIBEST IPB Dr. Irfan Syauqi Beik menjawab dengan bijaksana. Menurutnya, amnesti riba ini bukan latah memanfaatkan momentum di tengah pengampunan pajak yang digencarkan pemerintah. “Menurut saya, istilah amnesti riba maupun taubat adalah dua hal yang tidak ada masalah. Amnesti itu dari perspektif Allah SWT,” tegas Irfan.

Lebih lanjut Irfan, kalau dikatakan Allah SWT tidak memberikan amnesti atau pengampunan, dari dulu Allah SWT memberikan amnesti.  Karena praktik ekonomi Jahiliyah ada yang sesuai ada yang tidak sesuai. “Nah, yang nggak sesuai apa? Praktik riba. Allah SWT memberikan jalan ke amnesti untuk keluar dari sistem, karena di ekonomi  Jahiliyah juga syarat dengan  sistem ribawi,” ujarnya.

Lalu bagaimana orang ketika itu berdosa semua, ya karena mereka tidak lepas dari praktek ekonomi seperti itu. Namun, tegas Irvan, sekarang ini bisa terlihat sebuah situasi dimana persis sesuai prediksi bahwa akan datang suatu fase di mana tidak satu orang pun tidak akan bisa keluar dari sistem riba.

“Nah, ini kan berarti sejarah yang berulang, dan kita melihat bagaimana Allah SWT caranya ngasih ampunan/amnesti. Ya keluar dari sistem riba. Apakah uangnya harus dibakar semua? Kan nggak,  ambil saja pokoknya,” kata Irfan memaparkan.

Kemudian bagaimana kalau nanti kelebihan uangnya, Irfan menyarankan bisa dimanfaatkan untuk perbaikan jalan. Itulah contoh yang menurut Irvan perlu kita semua menyadari bahwa gagasan amnesti riba yang digaungkan BNI Syariah perlu didukung dan disosialisasikan.

Karena isu riba, yang juga perlu disampaikan kepada masyarakat adalah amnesti terhadap satu perilaku yang akan menjauhkan seseorang dari Allah SWT, dari manusia dan dari surga, serta mendekatkan pada api neraka, yaitu perilaku bakhil atau kikir.

Lalu mengapa riba amnesti dan bakhil menjadi penting yang perlu diangkat? Irfan menegaskan, karena keduanya termasuk sumber utama masalah perekonomian nasional. Keduanya telah mendorong ketimpangan pendapatan yang lebih besar dan menciptakan persoalan sosial ekonomi yang sangat signifikan bagi bangsa.

Yuk taubat dari sistem ekonomi ribawi dan mohon amnestiNya! @irfan_beik Click To Tweet

Untuk itulah, tegas dia, masyarakat dan bangsa Indonesia perlu disadarkan akan bahaya riba dan bakhil, sehingga mereka tergerak untuk bersama-sama membangun sistem ekonomi yang terbebas dari keduanya.

“Allah SWT telah memberikan peluang mendapatkan amnesti, manakala kita menunjukkan kesungguhan untuk keluar dari sistem ekonomi riba dan bakhil. Ini menjadi hal penting, Jadi ide amnesti riba kita lihat dari perspektif Allah SWT, sehingga apa yang harus kita lakukan, nah itu yang harus kita lakukan,” pungkasnya.