Dirut BNI Syariah – Dinno Indiano dalam acara workshop jurnalis BNI Syariah kemarin di Jakarta, memaparkan pertumbuhan pembiayaan BNI Syariah selama semester 1/2015. Hasilnya, kinerja BNI Syariah di pembiayaan ini tetap bagus, meski ekonomi nasional melambat.

Menurut Dinno Indiano, melambatnya pertumbuhan pembiayaan industri perbankan syariah disebabkan oleh beberapa bank syariah yang tengah terfokus pada perbaikan kualitas pembiayaan dan recovery, dibandingkan ekspansi bisnis.
“Pertumbuhan di BNI Syariah tersebut didorong oleh pertumbuhan pembiayaan KPR yang naik 27% dibanding periode tahun sebelumnya (yoy), disusul oleh pembiayaan komersial yang tumbuh 23% dan pembiayaan retail sebesar 21%,” papar Dinno Indiano lagi.
- Dua Tahun Berturut-turut, Muamalat DIN Raih Reader’s Choice Best Sharia Mobile Banking
- CIMB Niaga Gelar Sustainability Masterclass, 20 Jurnalis Indonesia Siap Berkontribusi Aksi Keberlanjutan
- Kembangkan Ekosistem Pembayaran Digital, Bank Muamalat Raih Penghargaan
- BCA Syariah dan Masjid Istiqlal Bersinergi Tingkatkan Inklusi Keuangan Syariah Lewat #BSyaInfak
Dinno Indiano menambahkan, meskipun pertumbuhan pembiayaan lebih tinggi, namun kualitas pembiayaan BNI Syariah juga masih dapat dijaga dengan baik.
“NPF BNI Syariah masih berada di kisaran 2,42%. Nilai ini jauh lebih rendah dari NPF industri perbankan perbankan syariah yang 4,76%,” demikian Dinno Indiano – Direktur Utama BNI Syariah.

