Direktur BNI Syariah, Imam T. Saptono. Foto: MySharing

Manfaatkan Amnesti Riba Sebelum Maut Menjemput

(Kanan-Kiri): Kepala CIBEST IPB Irfan Syauqi Beik, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I OJK Mulya E Siregar, Direktur Utama BNI Syariah Imam T Saptono.
(Kanan-Kiri): Kepala CIBEST IPB Irfan Syauqi Beik, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I OJK Mulya E Siregar, Direktur Utama BNI Syariah Imam T Saptono.

Proses hijrah dari riba dimulai dari individu.

Indonesia dikenal sebagai negara berpopulasi muslim terbesar di dunia, namun pangsa pasar perbankan syariah masih terbilang minim. Kendati lebih dari 80 persen penduduknya adalah muslim, tak seluruhnya ber-bank syariah. Dalam rangka mengajak masyarakat Indonesia untuk menggunakan jasa perbankan syariah, BNI Syariah pun mengusung kampanye Riba Amnesty.

Mengikuti momentum program Amnesti Pajak yang diusung oleh pemerintah, BNI Syariah berupaya mengajak masyarakat meninggalkan riba dengan amnesti riba. Direktur Utama BNI Syariah Imam T Saptono mengatakan, dari program amnesti pajak periode I saja pemerintan telah memeroleh dana repatriasi sekira Rp 300 triliun dalam waktu tiga bulan. Hal ini berbeda jauh dengan yang terjadi di industri perbankan syariah Indonesia yang menghimpun aset Rp 300 triliun selama lebih dari 20 tahun.

“Nah, ini kira-kira umat muslim ada dimana? Kayaknya ada yang harus dikampanyekan, karena sepertinya kita tidak pernah kuatir kapan fase kita berakhir dan akan dipanggil. Kalau tax amnesty saja karena yakin tarif tebusan 2-3 persen itu kita lebih takut. Jadi terhadap sesuatu yang pasti lebih takut dibanding yang tidak pasti,” tukasnya dalam Seminar Nasional ‘Riba Amnesty Merupakan Jalan Menuju Keselamatan Ummat’ di Universitas Trisakti, Selasa (25/10).

Menurutnya, proses hijrah dari riba dimulai dari individu. Perbankan syariah pun akan memfasilitasi masyarakat untuk hijrah dari riba. “Sekarang kami menggunakan prinsip business as vehicle. Dakwah yang pertama, lalu bisnis akan mengikuti. Melalui amnesti riba, kami berikhtiar untuk membantu masyarakat hijrah dari riba,” kata Imam.

Imam mengutarakan, amnesti riba adalah pengampunan yang diberikan Allah kepada pelaku riba dengan cara bertaubat, yakni meninggalkan sisa riba dan berhijrah untuk tidak kembali melakukannya lagi. Kapan berlakunya? “Sekarang dan segera sampai maut menjemput,” tegasnya. Masyarakat pun hanya perlu menghubungi bank-bank persepsi amnesti riba, yakni bank syariah.