Tidak hanya di negara Muslim, di Eropa juga sistem keuangan syariah berkembang pesat. Pasalnya, sistem perekonomian Islam ini diyakini dapat mencegah eksploitasi kemanusiaan.

Bahkan, kata Prof. Nasaruddin, Paus Benekditus XIV yang mengundurkan diri, pernah mengeluarkan beberapa pernyataan. Yakni pernyataan Paus adalah kita harus memberikan apresiasi terhadap sistem mudharabah musyarakah. “Beliau hapal betul istilah-istilah keuangan syariah itu. Karena itu adalah sistem perekonomian yang sangat manusiawi mencegah terjadinya eksploitasi kemanusiaan yang berlebihan,” kata Prof. Nasaruddin kepada MySharing, ditemui di kantor MUI Pusat, Jakarta, Selasa (20/10).
Terjadinya krisis moneter (krismon), kata dia, karena kita terlalu banyak melakukan eksploitasi kemanusiaan yang melampaui batas. Tapi dengan kembali kepada sistem perekonomian syariah, itu sangat berkemanusiaan.
- Dua Tahun Berturut-turut, Muamalat DIN Raih Reader’s Choice Best Sharia Mobile Banking
- CIMB Niaga Gelar Sustainability Masterclass, 20 Jurnalis Indonesia Siap Berkontribusi Aksi Keberlanjutan
- Kembangkan Ekosistem Pembayaran Digital, Bank Muamalat Raih Penghargaan
- BCA Syariah dan Masjid Istiqlal Bersinergi Tingkatkan Inklusi Keuangan Syariah Lewat #BSyaInfak
“Nah, legimitasi daripada Paus itu, ditambah dengan Undang-Undang yang sedemikian banyak tentang perbankan syariah dan longgar sekali. Maka itu, kita masih bertanya-tanya kok kenapa keuangan syariah Indonesia enggak bisa menguat,” tegas mantan Wakil Menteri Agama ini.

