Imam T. Saptono, Plt. Direktur Utama BNI Syariah. Foto: MySharing

Imam T Saptono: “Fintech Penting sebagai Daya Saing Utama Lembaga Perbankan”

Financial Technology saat ini adalah sebuah infrastruktur penting yang perlu diaplikasikan oleh lembaga perbankan, apabila ingin bisa bersaing di tataran bisnis terdepan. Sejauh mana sebuah bank syariah seperti BNI Syariah memandang urgensi fintech ini di dalam bisnis mereka?

Imam T. Saptono, Plt. Direktur Utama BNI Syariah. Foto: MySharing
Imam T. Saptono, Plt. Direktur Utama BNI Syariah. Foto: MySharing

Plt. Direktur Utama BNI Syariah – Imam T Saptono saat ditemui MySharing dalam acara Paparan Kinerja BNI Syariah Triwulan Pertama 2016 di Jakarta (Selasa, 20/4/2016), mengungkapkan, bahwa pihaknya menganggap penting financial technology (fintech) dalam mendukung operasional suatu bisnis perbankan.

“Menurut saya, saya setuju dalam artian kita berbicara bisnis bank untuk transaction, maka kompetensi di bidang fintech ini justru menjadi daya saing utama bank untuk lima tahun ke depan,” demikian pandangan Imam.

Menurut Imam, dalam perkembangannya nanti, lembaga perbankan ini memang akan terbagi menjadi dua, yang tercemin pada personalnya maupun juga pada institusinya. Yang pertama adalah mereka yang core-nya adalah transaction. Serta yang kedua, mereka yang core-nya adalah investment.

Core transaction ini pastinya akan lari ke financial technology Salah satunya memang ditujukan dengan konvergensi atau penggabungan antara telco company, bank, dan IT company. Ini mungkin bisa mensubstitusi beberapa fungsi perbankan yang dijalankan saat ini. Dan bukan tak mungkin lahir jenis perusahaan baru,” papar Imam.

Namun demikian, lanjut Imam, meskipun sudah ada fintech yang bisa menyederhanakan atau menggantikan beberapa fungsi pekerjaan perbankan, tetap saja masih ada core activity di bank yang tidak bisa digantikan oleh fintech.

“Terutama dia adanya di sisi investment. Nah, nantinya yang terjadi adalah, bankir itu akan menjadi back to traditional bankers. Artinya, bankir yang bisa melihat, menilai prospek, lalu mengukur feasibility dan juga menstruktur pembiayaan, itu akan menjadi lebih kuat. Dan itu tidak akan bisa diubah menjadi otomasisasi. Kita akan kembali lagi ke era bankir sebagai personality bankir, yang dia tidak bisa digantikan perannya oleh IT,” jelas Imam lagi.

Imam lalu menjelaskan, bahwa pihaknya di BNI Syariah siap untuk bisa menerapkan financial technology ini, yang nantinya diharapkan akan bisa menjadi daya saing bagi BNI Syariah didalam mengarungi kancah bisnis di industri perbankan di tanah air.