BNI Syariah menahan pemberian pembiayaan di sektor mikro. Hal tersebut dikarenakan risiko pembiayaan bermasalah di sektor ini, akibatnya melambatnya ekonomi nasional.
![bni_syariah2-356x200[1]](https://keuangansyariah.mysharing.co/htttp:/mysharing.co/wp-content/uploads//sites/3/2015/05/bni_syariah2-356x2001-300x169.jpg)
Menurut Dinno Indiano, di saat kondisi ekonomi melambat kemarin, permasalahan besarnya pembiayaan macet ini memang paling besar melanda sektor mikro, yang mencapai 6,45 % di BNI Syariah.
Namun demikian, karena di sektor lainnya pembiayaan BNI Syariah relatif terjaga dari persoalan kredit macet, maka secara keseluruhan NPF BNI Syariah masih dalam kategori terjaga baik, yaitu 2,54%.
- BMM dan Bank Muamalat Salurkan Bantuan untuk 4.597 Penyintas Gempa NTT
- Pengajuan KPR iB Hijrah Baitullah Bank Muamalat lewat Website Kprhijrah.id
- Dua Tahun Berturut-turut, Muamalat DIN Raih Reader’s Choice Best Sharia Mobile Banking
- CIMB Niaga Gelar Sustainability Masterclass, 20 Jurnalis Indonesia Siap Berkontribusi Aksi Keberlanjutan
“Pembiayaan kami memang lakukan dengan hati-hati, agar kualitas pembiayaan dapat terjaga dengan baik Untuk pembiayaan mikro, kami masih akan melihat kondisi perekonomian. Apabila sudah membaik, tentu kami akan mengkaji kembali untuk bisa memberikan pembiayaan mikro kembali,” demikian tutup Dinno Indiano – Direktur Utama BNI Syariah.

