Bank Syariah Bukopin menutup tahun 2015 lalu dengan kinerja bisnis yang cukup positif.

Hal tersebut ditandai dengan pertumbuhan aset, pembiayaan, DPK, dan beberapa indikator lainnya yang tetap terjaga dengan baik sepanjang tahun tersebut.
“Pengembangan bisnis hingga akhir tahun 2015, kinerja bisnis BSB tetap tumbuh. Hal itu tercermin dari keberhasilan BSB membukukan pertumbuhan total aset menjadi Rp 5,833 triliun pada akhir 2015. Pada periode yang sama, total pembiayaan yang disalurkan menjadi Rp 4,307 triliun. Sementara total penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 4,756 triliun,” demikian disampaikan Direktur Utama Bank Syariah Bukopin – Riyanto saat media gathering dengan media massa akhir pekan lalu di Jakarta.
Riyanto menambahkan, fokus bisnis/penyaluran pembiayaan BSB tahun 2015 ini ada 9 sektor/bidang, yaitu pendidikan, kesehatan, perdagangan, properti-konstruksi, transportasi, lembaga keuangan, pariwisata, multifinance, serta minyak dan gas (migas).
“Pada tahun 2015 lalu, strategi pengembangan produk Bank Syariah Bukopin dilakukan melalui survey untuk melihat potensi pasar dan kebutuhan produk masyarakat. Adapun produk dan jasa layanan baru yang akan dikembangkan antara lain: tabungan SimPel iB, tabungan iB SiAga Pensiun, pembiayaan iB SiAga Multijasa, dan SMS Banking BSB,” papar Riyanto lagi.
Dijelaskan oleh Riyanto, pihaknya pada tahun 2015 lalu bisa tetap survive dan menunjukkan kinerja yang cukup positif meski kondisi ekonomi nasional mengalami perlambatan, adalah dikarenakan pihaknya berusaha untuk fokus pada bisnis-bisnis unggulan yang selama ini memang sudah menjadi spesialisasi mereka.
[bctt tweet=”Fokus bisnis BSB, 2016 ini ada 9 sektor, antara lain pendidikan, kesehatan, perdagangan, dan properti”]
“Dalam situasi ekonomi yang sedang sulit, adalah cukup riskan untuk melakukan ekspansi. Karena itu, pada tahun 2015 lalu kami berusaha untuk lebih memfokuskan diri pada bisnis-bisnis yang memang sudah menjadi andalan kami, dan menghindari kegiatan ekspansi bisnis yang berisiko,” demikian Riyanto, Direktur Utama Bukopin Syariah.

